<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835</id><updated>2012-02-16T16:49:16.433-08:00</updated><title type='text'>TM-UNSRI '89</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-5114043619599766696</id><published>2011-07-18T17:03:00.001-07:00</published><updated>2011-07-18T17:03:40.406-07:00</updated><title type='text'>RUMAH MAKAN BARU</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Pada tanggal 9 Juli yang lalu, saya dan keluarga merayakan hari ulang tahun Rafif – anak bungsu saya, Dea – anak yang nomor dua, dan Istri saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Kebetulan hari kelahiran mereka berurutan 7,8 dan 9. Cukup unik dan perayaannya selalu dilakukan bersamaan, tiup kue yang sama setelah lilin angka umurnya diganti, kemudian kami lanjutkan dengan makan malam diluar. Selalu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kami rayakan dengan sangat sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Dea yang lahir pada tanggal 8 Juli 2002, sebenarnya baru akan lahir pada &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tanggal 9 dini hari. Namun karena mertua laki-lakiku yang orang Jawa masih punya kepercayaan bahwa anak yang dilahirkan bersamaan tanggal lahir dengan ibunya akan membawa hal yang kurang baik, maka pada malam tanggal 8 itu beliau meminta kepada dokter agar bayi dalam kandungan istriku bisa dikeluarkan sebelum tanggal 9. Dan entah karena dokternya mau mengerti keinginan mertuaku atau memang sudah waktunya Dea harus keluar, pada jam 23.58, terdengarlahlah tangis pertamanya setelah istriku menjalani operasi bedah caesar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Setelah berunding dengan istri dan anak-anak, tempat makan malam perayaan uang tahun kali ini disepakati disebuah rumah makan yang baru di buka didekat cluster rumahku. Selain dekat, rumah makan ini juga memiliki tempat makan dilantai 2 yang terbuka dan bisa melihat pemandangan yang asri disekitar komplek perumahan dan gunung salak. Udara sejuk dan semilir angin yang berhembus sungguh membuat suasana terasa begitu nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Setelah memilih tempat duduk, pramusaji segera menghampiri dan menyodorkan buku menu. Aku, anak-anak, istriku, mertua perempuanku dan kedua pekerja rumah tangga kami melihat menu-menu yang tertulis di dalam buku tersebut untuk dipilih sebagai santapan kami malam ini.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Bayanganku akan banyaknya variasi menu harus pupus karena ternyata tidak banyak menu makanan yang dihidangkan di rumah makan ini, padahal didekat pintu masuk tadi aku sempat membaca poster yang dipasang bahwa mereka menyediakan Western, Chinese dan Indonesian food.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Untuk hidangan western mereka hanya menyediakan tenderloin steak, sirloin steak, beberapa jenis spaghety serta beberapa menu yang aku lupa. Untuk Chinese food ternyata hanya ada sapo tahu, sedangkan menu Indonesian sedikit lebih banyak seperti nasi goreng, sop buntut, nasi timbel, bihun goreng, kepiting asam manis dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Aku dan istriku akhirnya memilih tenderloin steak – well done dengan black paper sauge, Anin anakku yang sulung memilih fettuccini, Dea memilih zupa-zupa soup, Rafif memilih lasagna, mertuaku memesan nasi goreng dan sop buntut dan kedua pekerja rumah tangga kami memilih menu bihun goreng serta nasi timbel komplit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Setelah menunggu lebih kurang setengah jam satu persatu menu-menu yang kami pesan tersebut berdatangan. Namun yang agak mengejutkan ternyata porsinya hanya lebih kurang setengah dari porsi makanan yang sama yang dijual dirumah makan lain dengan harga yang hampir 2 kali lebih mahal. Rafif yang terbiasa makan dengan porsi besar spontan komplain kepadaku “Pak, kok spaghetynya sedikit amat ? nanti tambah ya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Ternyata bukan hanya lasagna Rafif saya yang porsinya “kecil”, tenderloin steak pesanan saya dan istripun mengalami hal yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Besar steaknya tidak lebih lebar dari diameter gelang tangan istriku, tebalnyapun kurang dari 1 centimeter. Kentang yang disajikan hanya beberapa buah saja, mungkin 7 atau 8 potong. Tidak ada sayuran yang menemani steak dan kentang dalam piring tersebut kecuali hanya sedikit black paper sauge yang disiramkan di atas potongan daging yang kelihatan gosong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Gosong? Ya ternyata steak yang kami pesan well done malah sedikit berarang yang menandakan bahwa itu gosong, mirip potongan daging sate. Seumur-umur makan steak baru kali ini mendapatkan sajian seperti ini. Steak yang seharusnya ”juice”pun terasa kering menandakan ini bukan dari daging yang kualitasnya masih baik, seratnya juga terlihat sedikit lebih kasar. Australian beef ? entahlah, tebakanku mungkin daging ini berasal dari sapi madura yang kalah karapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Menu lain? Seperti biasa Rafif selalu mengatakan bahwa makanan yang dimakannya sangat enak dan aku juga tidak mencoba apa rasa lasagna pesanannya. Anin mengatakan bahwa fettuccini buatan Mama lebih enak. Dea mengatakan bahwa zupa-zupa soupnya tidak seenak yang dijual di aneka soup di Jalan Sukasari. Nasi gorengnya menurut mertuaku rasanya sangat biasa untuk harga seperti itu, sedangkan sop buntutnya terasa hambar. Tidak ada opini dari pekerja rumah tanggaku mengenai rasa nasi timbel komplit dan bihun goreng yang mereka makan, kemungkinan mereka bingung mau dibandingkan dengan masakan dari rumah makan mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Tissue yang seharusnya ada di meja makan ternyata baru disediakan saat aku meminta, terasa aneh bahwa rumah makan dengan kelas yang termasuk tidak murah tidak memeriksa kelengkapan yang harus ada di meja makan. Lebih parahnya lagi pesanan juice melon Anin tidak juga datang sampai kami selesai bersantap malam, padahal sudah dua kali aku mengingatkan pramusaji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Pengunjung di meja sebelah aku lihat sempat complain 2 kali dan berniat untuk membatalkan pesanan karena terlalu lama menunggu. Dua kali juga manajer rumah makan datang untuk meminta maaf dan meminta pengunjung tersebut bersabar sambil menjelaskan bahwa makanan pesanannya sedang disiapkan. Tidak ada kompensasi yang diberikan oleh manajer tersebut saat&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;meminta tambahan waktu menunggu si pengunjung. Terasa berbeda dengan pelayanan di rumah makan dalam film ”silent army” yang baru aku tonton&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;tadi pagi. Difilm tersebut manajer rumah makan meminta anak buahnya segera menyediakan ”the best wine that we have” sebagai kompensasi untuk pengunjung yang complain dengan pelayanan yang dia dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Aku jadi teringat artikel yang ditulis Hermawan Kartajaya di majalah garuda &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang aku baca saat dalam perjalanan dari bandara Sultan Syarif Kasim ke bandara Soekarno-Hatta mengenai good marketing, strategy memasarkan produk dan menjalin suatu ikatan dengan pengguna produk tersebut .&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Disitu dituliskan antara lain bahwa untuk pihak yang menjual produk (baik barang ataupun jasa), pelayanan dengan menganalogikan pembeli adalah raja sudah harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan pembeli adalah partner. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Dengan menjadikan pembeli adalah partner, diharapkan terjadi interaksi business yang dapat membangun pengembangan jasa business yang lebih baik. Pembeli sebagai partner akan memberikan masukan-masukan atas kekurangan pelayanan yang ada, membuatnya sebagai bagian dari pelaku pengembangan business itu sendiri, dan membuat mereka menjadi pelanggan pengguna produk itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Pola custumer service juga sudah seharusnya diganti dengan customer care. Sudah bukan zamannya lagi hanya memberi pelayanan saat mereka meminta terlebih dahulu. Penjual produk harus proaktif menawarkan kepada pelanggan apa-apa yang mereka perlukan selama menggunakan produk atau&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;jasa yang sedang ditawarkan, atau mengetahui dan menyiapkan terlebih dahulu keperluan mereka. Menunjukkan kepedulian jauh lebih baik daripada sekedar memberikan pelayanan. Customer care selalu mencari jalan untuk melayani pelanggan lebih dari apa yang mereka butuhkan atau mereka harapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Ilusi sederhana mengenai service dan care sebagai berikut: Bila kita sedang bertamu kerumah seorang teman dan disuguhi minum tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada kita apa yang kita ingin minum, teman ini termasuk yang sedang memberikan service, pola “customer service”. Tetapi bila sebelum menghidangkan minuman teman tersebut bertanya apakah kita punya penyakit gula atau alergi terhadap suatu minuman dan menawarkan minuman apa yang bisa dihidangkan untuk kita, inilah care, “customer care”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Kembali ke rumah makan tersebut, sayang sekali bangunan yang indah, pelayan yang berpakaian rapi dan banyak ternyata belum terbekali dengan kemampuan yang memadai untuk menjalankan fungsi business yang baik. Bahkan ketika pemilik rumah makan menanyakan langsung kepada saya mengenai kekurangan pelayanan mereka dan saya sampaikan bahwa pesanan juice melon Anin yang sudah dua kali diingatkan tidak juga sampai, dengan entengnya kepala koki yang dipanggil sang pemilik menjawab “minuman sudah keluar dari dapur, cuma terkirim kemana saya tidak tahu.” Oawalah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Mungkin ini satu hal yang terlupakan oleh sang pemilik rumah makan bahwa merekrut karyawan yang telah berpengalaman belum bisa menjamin bahwa mereka mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan dengan benar. Pengalaman yang mereka bawa dari tempat kerja sebelumnya belum tentu pengalaman yang bagus dan bisa&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;diaplikasikan ke tempat yang baru. Perlu ada penyamaan persepsi business sesuai dengan yang diharapkan oleh pemilik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Dengan menjadikan pelanggan menjadi “loyality customer”, sudah pasti akan menjadi keuntungan yang besar karena pasti akan terjadi promosi gratis yang dilakukan oleh pelanggan kepada rekan-rekannya. Umumnya promosi dari mulut ke mulut jauh lebih berhasil daripada promosi yang dilakukan oleh pelaku business sendiri. Ada personal guaranty yang secara tidak langsung diberikan oleh si pembawa berita kepada si penerima berita. Promosi mengenai kondisi dan keadaan yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Mudah-mudahan suatu hari nanti, saya dan keluarga ada keinginan untuk kembali menikmati makan bersama dirumah makan tersebut, tapi yang jelas tidak dalam waktu dekat, tetapi nanti setelah ada seorang rekan yang mempromosikan ke saya bahwa rumah makan tersebut memang sudah layak untuk dikunjungi. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-5114043619599766696?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/5114043619599766696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/07/rumah-makan-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5114043619599766696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5114043619599766696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/07/rumah-makan-baru.html' title='RUMAH MAKAN BARU'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-6131810697960695751</id><published>2011-06-28T01:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-28T01:03:53.416-07:00</updated><title type='text'>13th WEDDING ANNIVERSARY</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Hari ini hari ulang tahun pernikahan kami. Jam enam tadi pagi saat hand phoneku sudah menyala sesaat setelah dicharge, aku melihat pesan yang dikirim istriku pada jam 00:16 melalui BeBeEm yang berbunyi ” Selamat hari ulang tahun perkawinan sayangku, belahan jiwaku.... Semoga rumah tangga kita sakinah mawaddah warrahmah, selalu penuh gelora cinta, kemesraan dan kesetiaan. Maafkan bila sebagai istri Neng masih banyak kekurangan, mudah-mudahan kedepannya kita selalu seiring sejalan, saling melengkapi, saling menjaga dan mencintai apa adanya. Neng ingin selalu di dekat Akang jiwa dan raga, mudah-mudahan Allah SWT mempersatukan kita dunia akhirat. Aamiin...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Aku jadi teringat kembali saat kami menikah 13 tahuh yang lalu, pada tanggal 28 Juni 1998. Aku yang saat itu masih berusia 27 tahun terlihat gagah dengan jas berwarna coklat, sedangkan istriku yang hampir berusia 26 tahun terlihat cantik dengan baju pengantinnya yang berwarna gading. Masa pacaran kami tidaklah lama, hanya sembilan bulan saja. Bila dihitung sejak kami berkenalan, hanya sepuluh bulan saja. Namun bagi kami cukuplah masa perkenalan yang 9 atau 10 bulan itu untuk menuju ke kehidupan yang baru dalam ikatan sebagai suami-istri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Kami berkenalan saat masih sama-sama bekerja pada perusahaan kontraktor yang sedang mengerjakan pembangunan Corridor Block Gas Project milik perusahaan minyak Asamera di desa Grissik kecamatan Bayung Lencir – Musi Banyuasin. Aku bekerja pada perusahaan yang menjadi main contractornya sedangkan istriku bekerja pada perusahaan sub contractornya yang mengerjakan pekerjaan site development, civil dan konstruksi. Kami bisa berkenalan karena sore itu dia diajak oleh seorang temannya yang mengantarkan laporan kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Sebenarnya istriku dan aku, sama-sama lulusan satu universitas dan dari fakultas yang sama namun berbeda jurusan saja. Aku dari teknik Mesin dan istriku dari teknik Sipil. Namun walaupun saat kuliah kami menggunakan gedung yang sama, anehnya kami tidak pernah saling mengenal. Entah karena saat itu aku masih banyak cewek yang mau dipilih atau bisa juga karena istriku tidak pernah tertarik dengan seorang lelaki yang jarang masuk kuliah, berkulit gelap, tidak menarik dan suka membuat keonaran serta tidak pernah punya Indeks Prestasi yang bagus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Proses berkenalan sampai kami pacaran sangat singkat, hanya kurang dari satu bulan saja. Istriku terkejut juga saat aku bilang ingin mengajaknya pacaran padahal perkenalan kami belum juga memasuki usia satu bulan. Tapi aku cuek saja sambil mengatakan bahwa tidak ada waktu untuk berlama-lama, kalau mau ya syukur tetapi kalau tidak mau aku akan pergi minta bantuan dukun. Alhamdulillah ternyata aku diterima juga jadi pacarnya walau menurutnya dia harus sholat istighoroh dulu selama 7 hari. Sialan ! mau diajak hidup bahagia kok kurang percaya sih ! hehehe...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Aku masih ingat, seringkali aku membaca surat-surat cinta yang dikirimnya diatas tower yang tinggi. Terkadang diatas &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;flare stack&lt;/i&gt; yang tingginya lebih kurang 60 meter, atau terkadang diatas tower &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;amine regeneration&lt;/i&gt; yang tingginya sekitar 30 meter, sambil mengawasi para pekerja yang sedang bekerja di situ. Aku juga memberitahu dengan membalas suratnya bahwa surat cinta tersebut kubaca ditempat yang tinggi, kadang kala aku lengkapi dengan sketsa supaya dia bisa membayangkan disebelah mana aku saat itu. Aku berharap bahwa cinta kami memiliki cita-cita yang tinggi, melebihi tingginya tower-tower tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Persiapan menikah tidak semudah yang kami bayangkan, apalagi saat itu baru saja terjadi kerusuhan dimana-mana karena rakyat dan mahasiswa menginginkan presiden Soeharto turun. Toko-toko banyak yang dibakar, orang-orang China turunan banyak yang jadi korban dan tidak sedikit perempuan turunan China yang diperkosa. (Ini yang aneh, benci tapi kok bisa memperkosa ?). Hampir semua toko-toko tutup dan harga barang-barang menjadi mahal. Nilai tukar rupiah terhadap US dolar sempat merosot tajam menjadi US 1 dolar senilai dengan 16 ribu rupiah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Emas sulit didapatkan saat itu, hampir semua toko emas tutup atau tidak mau menjual karena harganya yang tidak stabil. Kami bingung, padahal perkawinan kami semakin dekat saja. Alhamdulillah, selalu saja ada kemudahan yang didapatkan. Seorang teman istriku yang kebetulan berjualan emas mau menjualnya kepada kami walaupun dengan harga yang tidak murah untuk ukuran saat itu .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Malam sebelum akad nikah, aku diminta datang kerumah istriku untuk melihat cincin perkawinan tersebut, yang akan kami kenakan besok setelah selesai acara akad nikah dalam acara pemakaian cincin kawin. Aku melihat bentuknya yang tidak bagus serta warnanya yang terlalu merah karena ternyata bukan emas 22 atau 24 karat. Aku kecewa, istriku juga kecewa. Namun menurut temannya hanya inilah cincin yang saat ini dia punya, tetapi nanti akan ditukar lagi kalau emasnya sudah mulai mudah didapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Namun ternyata ada yang lebih buruk lagi daripada sekedar kadar emas cincin tersebut yaitu ukurannya yang tidak muat dijari manis kananku. Alamak ! Untuk bisa masuk, jari manisku harus diolesi dulu pakai minyak makan. Wadooh...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Urusan jas yang akan kukenakan juga mengalami masalah. Karena ingin terlihat gagah dihari pernikahan dan ditambah lagi aku punya cukup banyak uang, aku memesannya dipenjahit yang terkenal di kota Palembang. Namanya juga menikah untuk satu kali, semuanya harus bagus, harus berbeda. Jangan sampai bentuk dasarku yang sudah tidak bagus menjadi bertambah tidak bagus lagi karena mengenakan jas yang tidak bagus. Pokoknya mahal sedikit tidak masalah, yang penting istriku tidak akan malu kalau dilihat teman-temannya bersuamikan aku karena sudah bisa terlihat sedikit lebih keren dengan jas tersebut. Bila perlu aku juga akan berdoa supaya cewek-cewek yang melihat aku dengan jas tersebut pada naksir semua....hihihi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Tapi siapa sangka ini kejadian ini bisa terjadi ! Tiga hari menjelang hari pernikahanku alias tiga hari sebelum jas tersebut dikenakan, aku baca dikoran saat masih di lokasi tempat kami bekerja bahwa pertokoan besar dikota Palembang semalam habis dilahap si jago merah. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:IT" lang="IT"&gt;Aku panik karena toko tempat aku menjahit jas nikah tersebut ada di dalam pertokoan yang terbakar itu. Segera aku meminta izin atasanku yang orang Jepang untuk kembali ke Palembang, untuk memastikan bagaimana nasib jas pesananku tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Namun oh, ternyata toko itu sudah rata dengan tanah tanpa ada barang-barang yang tersisa sedikitpun. Aku menyesal kenapa aku tidak meminta saudaraku saja untuk mengambil jas itu padahal sudah selesai sejak seminggu yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Atas informasi kawan akrabku, akhirnya aku menjahit jas pengganti dengan penjahit pinggir jalan didaerah perintis kemerdekaan karena waktunya yang sudah semakin dekat. Kang Doel, nama penjahit tersebut menyanggupi akan menyelesaikannya dalam waktu 2 hari supaya masih ada waktu untuk dipantas-pantaskan sebelum dikenakan. Supaya kalau terasa masih ada yang kurang, masih ada waktu untuk diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Tepat 2 hari kemudian jas tersebut sudah selesai dan tergantung rapi. Aku perhatikan jahitannya, kantongnya, bagian dalamnya dan kerahnya sangat bagus dan rapi. Tidak ada kulihat lajur benang jahitan yang miring atau berbelok. Saat aku kenakan ternyata sangat pas dan nyaman. Sungguh sulit dipercaya bahwa kualitas pinggir jalan bisa menyamai kualitas penjahit yang sudah punya nama besar. Yang membedakan hanyalah harganya yang jauh lebih murah, hampir separuh dari jas yang kupesan di pertokoan yang terbakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Alhamdulillah ! Saat hari pernikahan kami berjalan lancar, tidak ada keraguan dan kesalahan yang aku ucapkan saat akad nikah. Hanya mengenai cincin kawin masih tetap kekecilan dan jari manisku harus dioleskan minyak makan oleh ibu mertuaku supaya cincin tersebut bisa masuk. Walaupun warna cincin kami tidak sama karena kadar karat emasnya berbeda, namun tetap saja hari ini kami merasa sangat gembira karena telah resmi menjadi sepasang suami istri. Memasuki kehidupan baru yang kami rencanakan sejak memasuki masa berpacaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Sekarang kenangan itu telah 13 tahun berlalu, namun tetap saja masih terasa seindah seperti saat kami baru selesai melakukan akad nikah. Istriku masih cantik dan bahkan semakin cantik (maklum dari tahun ke tahun biaya maintenancenya ikut naik menyesuaikan dengan kenaikan gajiku...hehehe..). Dan walaupun sekarang kami sudah memiliki 3 orang anak namun tetap saja kami masih sempat meluangkan waktu berdua supaya cinta kami masih tetap membara. Seringkali saat touring dengan motor besar aku mengajak istriku untuk ikut, atau hampir setiap hari saat aku sedang libur kami pergi ke gym bersama untuk berolahraga, atau juga seringkali kami makan diluar berdua dan bahkan menjemput anak sekolahpun berdua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Sampai saat ini alhamdulillah belum pernah ada keributan berarti diantara kami karena istriku adalah orang yang sangat sabar dan mengerti kedudukannya sebagai seorang istri. Istriku sangat dekat dengan kedua orang tuaku, saudara-saudaraku serta keponakan-keponakanku. Aku juga bersyukur karena cintanya yang besar kepadaku telah memilihnya untuk meninggalkan pekerjaannya dan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga yang punya waktu penuh untuk mengurusi anak-anak kami. Tiada kebahagiaanku saat ini yang bisa melebihi kebahagiaan beristrikan dia. Rasa cinta dan sayangku kini terhadapnya pun melebihi apa yang pernah kurasakan 13 tahun yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Walau perjalanan kami mengarungi bahtera rumah tangga masih panjang, namun InsyaAllah bisa kami lalui bersama dengan segala kekurangan yang kami miliki. Semoga Allah akan mengabulkan doa kami agar kami selalu dijadikan pasangan yang saling mencintai, menyayangi dan saling melengkapi. Aamiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Kurau, 28 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:240.0pt"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:SV" lang="SV"&gt;Teruntuk Juliana Dewi Kartikawati, istriku tercinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-6131810697960695751?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/6131810697960695751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/06/13th-wedding-anniversary.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/6131810697960695751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/6131810697960695751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/06/13th-wedding-anniversary.html' title='13th WEDDING ANNIVERSARY'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-125934484237458499</id><published>2011-01-29T19:32:00.001-08:00</published><updated>2011-01-31T15:43:18.906-08:00</updated><title type='text'>GORENG TERIGU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sejak dini hari kemarin hujan turun di Kurau, daerah kecil di Pulau Padang Kabupaten Meranti yang terletak di Propinsi Riau, tempatku mencari penghidupan untuk keluargaku. Lokasi yang terletak dibibir pantai ini semakin dingin kala angin laut berhembus kearah “camp” dan kantor kami, membuatku malas untuk segera mandi setelah pulang dari masjid untuk sholat subuh. Aku menarik selimut kembali setelah membaringkan badan di ranjang sambil menonton TV, mencari berita supaya tidak ketinggalan informasi diluar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Diluar hujan masih juga belum berhenti sementara waktu sudah menunjukkan pukul 5.45 pagi, padahal jam 6.00 aku sudah harus berada di kantor. Jarak kamarku dengan kantor hanya sekitar 150 meter, 5 menit bila kutempuh dengan berjalan kaki atau hanya 2 menit bila aku bersepeda. Aku segera bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi, menghidupkan air panas dan sweerrrr…..berharap rasa malas karena dingin segera hilang setelah tersiram hangatnya air yang mengalir melalui shower.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Seperti biasa tugas pertamaku dikantor setiap hari adalah mengirimkan laporan produksi minyak kepada para boss di Jakarta. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Produksi yang semakin hari semakin menurun karena berkurangnya cadangan minyak dalam reservoar di perut bumi. Aku masih ingat saat 2 tahun yang lalu aku masuk ke perusahaan ini produksi kami masih mencapai 10.000 barrel perhari, namun saat ini untuk mencapai produksi 7500 barrel perhari saja susahnya bukan main, padahal sudah dilakukan penambahan sumur-sumur baru dan juga mengoptimasikan sumur-sumur yang lama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Saat laporan selesai aku kirimkan, hujan bukannya malah sudah berhenti namun semakin lebat mengguyur bumi Kurau. Tanah dan pohon menjadi semakin basah, bahkan ranting-ranting pohon besar tertunduk kebawah karena beratnya menahan air hujan. Monyet-monyet dan burung yang biasanya ramai disekitar camp dan kantor kami tidak ada yang tampak satupun juga, para pekerja yang biasanya mondar-mandirpun tidak ada yang beraktifitas, semua berlindung dari derasnya air hujan yang turun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dalam balutan udara yang dingin (walaupun AC dalam kantor sudah aku matikan) entah kenapa aku teringat dengan goreng terigu buatan ibuku, goreng terigu yang hampir setiap hari menjadi menu bekalku saat aku masih duduk di Taman Kanak-kanak. Ya, memang hampir setiap hari aku dibekali goreng terigu dengan pilihan rasa yang hanya dua saja, goreng terigu manis atau gurih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Walaupun masih diTaman Kanak-kanak, terus terang aku terkadang malu juga dengan teman-temanku karena selalu membawa bekal yang itu-itu juga sementara kawanku selalu berganti-ganti. Aku lihat terkadang mereka membawa kue lapis, terkadang dadar gulung, donut, wafer, bolu, bolu kukus, kroket dan kue-kue yang lain. Sehingga tak jarang goreng terigu bekalku tidak aku makan dan aku bawa pulang kembali ke rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Bukannya aku tidak pernah protes dengan ibuku mengenai bekalku yang tidak pernah diganti, tetapi jawaban yang diberikan oleh ibuku tidak pernah berubah, sama seperti bekalku. ”Kamu taukan kalau ibu sudah harus pergi untuk mengajar pada jam lima pagi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dari rumah? Jadi pasti tau jugakan kalau ibu tidak sempat buat kue sebelum jam lima? Jam empat pagi ibu sudah harus bangun dan memasak untuk kalian sarapan serta menyiapkan lauk untuk makan siang juga. Kita tidak bisa punya pembantu karena tidak punya cukup uang untuk membayar gajinya. Ibu harus punya banyak tabungan untuk membiaya kalian sekolah, bukan asal sekolah saja...tetapi menjadi sarjana yang punya kedudukan yang baik supaya tidak harus banting tulang seperti ibu dan ayah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Ya, ibuku adalah seorang guru sekolah dasar ditempat yang jauh, lebih dari 60 km dari rumahku. Untuk kondisi sekarang mungkin jarak tersebut bukan jarak yang terlalu jauh karena banyaknya sarana transportasi, tetapi pada tahun 75 itu bukan jarak yang pendek karena untuk sampai di SD tempatnya mengajar ibuku harus 3 kali berganti kendaraan dengan waktu tempuh lebih dari 2 jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;Ibuku baru sampai rumah pada jam 4 sore. Di rumah ibuku hanya sedikit beristirahat, paling 30 menit. Setelah itu beliau segera masak untuk kami makan malam, mencuci baju, menyetrika dan menyiapkan bahan untuk mengajar besok. Sungguh aktifitas yang berat. Ibuku terpaksa bekerja karena untuk membantu ayahku membiaya kehidupan kami sehingga kami bisa sekolah yang tinggi, bisa menjadi sarjana dan bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Ayahku adalah seorang pekerja biasa pada sebuah perusahaan BUMN, gajinya menurut ibuku tidak akan cukup untuk persiapan biaya kuliah kami nanti, biaya kuliah untuk keempat anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Diluar masih juga hujan, padahal saat ini sudah jam setengah sebelas. Aku terpaksa membatalkan rencana untuk melihat lokasi-lokasi baru untuk pengeboran sumur-sumur minyak baru. Aku masih duduk dikantor, melanjutkan ingatanku tentang goreng terigu buatan ibuku. Masih bisa kurasakan rasa manis dan gurihnya goreng terigu tersebut, masih bisa juga aku ingat bentuknya yang tidak beraturan karena tidak digoreng dengan cetakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Ibuku seorang planner yang handal walaupun aku yakin beliau tidak pernah mengerti apa itu arti planing dalam kamus kata teknik. Mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya saat mereka masih kecil dan baru mulai sekolah. Membuat estimasi perhitungan biaya sekolah untuk beberapa tahun kedepan serta strategi menabung supaya nilai tabungannya tidak merosot tergerus inflasi. Dan berkomitment untuk menomor sekiankan hal-hal yang dianggapnya tidak penting atau tidak masuk dalam skala prioritas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Masih ingat juga saat aku mulai menginjak remaja dan meminta sesuatu yang menurutnya bukan hal yang penting, jawabannya masih juga sama dengan jawaban saat aku masih di Taman Kanak-kanak “Biaya sekolah dan kuliah kalian adalah hal yang paling penting. Tugas Ibu dan Ayah adalah menyiapkan kalian menjadi sarjana yang punya pekerjaan baik, bisa menghidupi keluarga kalian dengan baik dan menyekolahkan anak-anak kalian lebih tinggi dari sekolah kalian.” Hmmm..., disamping seorang Planner yang ulung, ibuku ternyata seorang yang berkomitment tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Bayangan goreng terigu masih menari-nari dalam pikiranku, rasanya yang kenyal tetapi tidak alot, warnanya yang kecoklatan dan juga bentuknya yang pasti tidak menarik. Terbayang juga bagaimana ibuku yang harus bangun pagi untuk menggorengnya dengan susah payah karena penglihatan beliau yang sudah kurang karena gangguan pada matanya sejak masih kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="mso-ansi-language:PT-BR"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Aku tersenyum, dari jendela kantor kulihat hujan belum juga berhenti. Aku mengangkat telepon dan berkata pada seseorang di ruangan lain “Selamat pagi, dengan saya Area Manager....bisa minta buatkan goreng terigu? Terima kasih, resepnya tolong diambil diruangan saya 10 menit lagi, saya mau tanyakan pada ibu saya dulu...”. Aku menutup telepon dan segera menelpon ibuku untuk menanyakan resep goreng terigu tersebut sambil ingin berterima kasih untuk goreng terigunya yang telah membawaku menjadi seorang Area Manager, po&lt;st1:personname st="on"&gt;sis&lt;/st1:personname&gt;i tertinggi untuk pekerja di lapangan pada explorasi minyak dan gas bumi.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-125934484237458499?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/125934484237458499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/01/goreng-terigu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/125934484237458499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/125934484237458499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2011/01/goreng-terigu.html' title='GORENG TERIGU'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-1959944089849873608</id><published>2009-05-10T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T01:10:22.206-07:00</updated><title type='text'>MEMANFAATKAN PELUANG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat masih sekolah dulu, seperti kebanyakan anak-anak yang baru gede atau ABG sudah pasti saya juga mengalami masa pubertas dan jatuh cinta dengan kawan sekolah. Kawan sekolah yang saya taksir adalah seorang anak perempuan berwajah manis, berkulit putih dengan tinggi badan yang melebihi tinggi badan saya. Dua yang saya sebutkan barusan adalah faktor yang membuat saya jatuh hati padanya, namun faktor yang saya sebutkan belakangan adalah faktor yang membuat saya merasa minder.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap pulang sekolah saya selalu berusaha untuk bisa pulang bersamanya, walau sedikitpun saya tidak pernah tahu apakah dia menyukai saya menemaninya pulang atau lebih menginginkan saya untuk segera pergi menjauh. Dan itu terus saya lakukan sampai kami tamat sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama masa sekolah tersebut, sedikitpun tidak ada keberanian yang saya punyai untuk mengatakan bahwa saya menyukai dia, baik mengucapkannya secara langsung maupun melalui surat seperti yang kebanyakan dilakukan oleh kawan-kawan saya yang lain. Saya terlalu takut untuk melakukan itu. Takut kalau dia marah dan akan membenci saya, tetapi anehnya sama sekali saya tidak takut bila dia menolak cinta saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami lulus dan melanjutkan sekolah disekolah yang berbeda, baru saya berani mengungkapkan perasaan saya tersebut melalui sebuah kartu dengan ungkapan yang saya tulis melalui bahasa puisi, entah dia akan mengerti atau tidak...dan saya kirim melalui seorang teman tanpa menyebutkan identitas saya, dan tanpa alamat juga tentunya. Entahlah apa yang ada dipikiran saya saat itu, tapi saya memang tidak berharap dia akan membalas apa yang saya kirim, tetapi saya hanya ingin dia tahu bahwa saya menyukainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian akhirnya saya mendapat kabar bahwa gadis manis teman sekolah saya dulu akan menikah dalam waktu 1 minggu ke depan. Kecewa? Entahlah...tapi mungkin saja saat itu saya tidak kecewa karena toh selama ini saya menduga bahwa memang dia tidak pernah menyukai saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari apa yang pernah saya alami, Alhamdulillah saya bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Pelajaran untuk memanfaatkan peluang sebaik mungkin dan tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan ! Saya memang tidak pernah tahu isi hati gadis kecil tersebut, tetapi kesalahan terbesar saya adalah tidak menggunakan peluang untuk menyatakan langsung kepadanya dan menanyakan apa yang dia rasakan. Semestinya saya gunakan peluang tersebut walaupun bisa saja saya akan ditolak, namun toh kemungkinan diterima juga tetap ada. Dari dua pilihan yang akan terjadi, bukankah probabilitasnya sama? 50-50 !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya yang pertama disebuah perusahaan konstruksi pembuatan strukture baja pada bangunan bertingkat, tug boat, barge dan lain-lain, saya menghilangkan sama sekali keraguan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan membayangkan bahwa akan ada tempat lain yang lebih baik. Saya tidak terpengaruh pendapat kawan-kawan sekantor yang menyayangkan keputusan saya, termasuk juga permintaan ibu dan bapak saya untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut. This is my final decission to discover my own world!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah keluar dari perusahaan tersebut, akhirnya datang juga peluang untuk bekerja pada perusahaan asing, perusahaan yang sedang membangun gas plant di Sumatera. Dan sudah tentu saya harus memanfaatkan peluang ini dengan bekerja sebaik mungkin dan menunjukkan prestasi kerja yang bagus. Banyak yang saya belum tahu karena pekerjaan sebelumnya dan pekerjaan ini cukup berbeda, dan ini mengharuskan saya untuk belajar lebih keras. Sehingga saya datang lebih awal dan pulang paling akhir. Hampir setiap malam saya menghabiskan waktu untuk membaca dokument yang berhubungan dengan project ini, dan berusaha untuk mengerti setiap detil pekerjaan yang dilakukan termasuk operational gas plant bila sudah beroperasi nanti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peluang kedua datang kembali sebelum project selesai, ada tawaran untuk pindah ke project lain di Pengalengan Jawa Barat. Peluang yang menawarkan gaji hampir 3 kali lipat dari gaji yang saya terima saat ini. Secara logika dan hitung-hitungan financial, sudah seharusnya saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Namun isyarat dari tubuh saya mengatakan sebaliknya, memberi isyarat kalau ini bukan akan menjadi keputusan yang tepat untuk saat ini. Dan karena pikiran saya sudah menjalin komunikasi yang bagus dengan isyarat tubuh, saya menuruti dan menolak mengambil kesempatan ini setelah lebih dahulu menunjukan kepada boss saya bahwa sudah ada perusahaan lain yang berminat dengan saya. Ya, saya menjadikan surat penawaran dari project di Pengalengan menjadi senjata untuk meminta kenaikan gaji ... dan Alhamdulillah sukses!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peluang ketiga datang setelah project hampir selesai, kira-kira pertengahan tahun 1998, ada tawaran dari perusahaan Amerika yang melakukan installasi pipa untuk ikut project mereka di Kamerun. Wow, bekerja diluar negeri sudah pasti akan menjadi pengalaman yang menyenangkan walaupun lokasi yang akan menjadi tempat kerja saya nantinya sudah pasti bukan ditengah kota (mana ada installasi pipa minyak ditengah kota, paling juga ditengah hutan seperti project sekarang). Hampir tak percaya bahwa mimpi saya untuk keluar negeri tinggal selangkah lagi. Kamerun I’m coming .... dan ternyata peluang ini tidak pernah terjadi karena oraang tua saya keberatan saya bekerja di Kamerun dengan alasan terlalu jauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya banyak peluang-peluang yang saya rasakan dan saya usahakan untuk bisa menjadi kenyataan, dengan berbagai cara seperti dijelaskan pada postingan “Am I the lucky man?”. Termasuk yang terakhir pada saat saya memutuskan untuk pindah ke Bogor dan membeli rumah. Saya bisa mendapatkan harga rumah yang lebih murah tetapi lebih besar dan lebih bagus pada lokasi yang sama dengan rumah yang telah ditawar dengan susah payah oleh istri saya. Rumah yang dibeli secara kebetulan karena yang punya ragu-ragu untuk memutuskan menjualnya atau tidak, sehinggga tulisan “RUMAH INI DIJUAL” dan nomor telephone yang bisa dihubungi hanya dituliskan di potongan papan yang sangat kecil dan tertutup oleh daun pohon cemara bonsainya. Saya merasa beruntung karena mata saya yang liar sempat melihat tulisan di papan tersebut dan memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya, tidak ragu-ragu untuk segera menghubungi pemilik rumah, menanyakan harga dan segera melakukan penawaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kejadian yang saya alami ini membuat saya semakin yakin bahwa orang yang bisa memanfaatkan peluang dengan baik, yang tidak ragu-ragu dalam bertindak dan mengambil keputusan serta tidak pernah menyerah dan berputus asa adalah orang yang akan mengalami keberhasilan terhadap apa yang dicita-citakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain dari Thomas Alfa Edison yang menemukan bola listrik setelah percobaannya yang melebihi seribu kali telah membuktikan bahwa tetap saja ada peluang yang berhasil dari peluang-peluang lain yang belum bisa menghasilkan. Atau renungkan juga cerita Wright bersaudara yang bisa menciptakan burung besi yang bisa terbang di udara walaupun mereka berdua hanyalah seorang mekanik sepeda di Ohio, pesawat yang bisa terbang yang dibuat hanya dengan dana US$1,000. Dan yang lebih ironisnya lagi bahwa pesawat tersebut berhasil mereka udarakan hanya berselang 9 hari dari pernyataan department pertahanan Amerika setelah usaha seorang professor ternama bernama Samuel Pierpot Langley gagal untuk membuat mesin yang bisa terbang tersebut setelah menghabiskan dana sebesar US$50.000. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling mudah untuk dapat kita mengerti mengenai apa peluang ini adalah pada saat kita menyaksikan pertandingan sepak bola, semua gol cantik yang tercipta didasari oleh pandainya pemain yang mencetak gol mempergunakan peluang yang hanya seper sekian detik tersebut, kepandaian untuk memanfaatkan peluang yang tidak dimiliki pemain yang lain yang mungkin telah berada pada posisi yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saat saya masih sekolah dulu bisa memanfaatkan peluang untuk menyatakan isi hati saya pada teman sekolah saya yang manis tersebut, barangkali malahan saya tidak akan pernah belajar untuk memanfaatkan sebuah peluang. Tidak pernah belajar dari apa yang pernah saya alami. Dan yang pasti, saya tidak akan pernah memiliki istri yang cantik seperti saat ini. Percayalah, it’s not over until it’s over (by SUTEDJA).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-1959944089849873608?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/1959944089849873608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/05/memanfaatkan-peluang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/1959944089849873608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/1959944089849873608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/05/memanfaatkan-peluang.html' title='MEMANFAATKAN PELUANG'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-8032570442835997687</id><published>2009-05-10T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T00:53:06.359-07:00</updated><title type='text'>BERITA DUKA CITA</title><content type='html'>Innalillahi wa innaillaihi roji'un.&lt;br /&gt;Telah meninggal dunia ayahanda teman kita Henry Raya pada hari Rabu tanggal 22 April 2009 di rumah sakit RK Charitas Palembang.&lt;br /&gt;Semoga segala dosa-dosa almarhum diampuni dan segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga mendapatkan kekuatan atas cobaan yang diberikan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-8032570442835997687?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/8032570442835997687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/05/berita-duka-cita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8032570442835997687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8032570442835997687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/05/berita-duka-cita.html' title='BERITA DUKA CITA'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-2356749267321519470</id><published>2009-03-11T17:10:00.001-07:00</published><updated>2009-03-11T21:21:29.354-07:00</updated><title type='text'>AM I THE LUCKY MAN?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman artikel dari kawan sekerja mengenai “lucky” atau keberuntungan. Artikelnya sangat menarik dan menggugah, menjelaskan bahwa keberuntungan itu bukan semata-mata kebetulan belaka, namun lebih kepada merupakan suatu upaya yang bisa dilakukan oleh siapa saja namun dengan catatan harus memulai sesuatu dengan pikiran yang positif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan ucapan beberapa kawan SMA saya yang melihat saya sebagai sosok “the lucky man”, hampir dalam segala hal menurut mereka. Banyak kawan yang menduga bahwa apa yang telah saya dapatkan saat ini lebih karena merupakan bahwa saya selalu dinaungi oleh faktor keberuntungan saja, tidak lebih. Mereka tidak menganggap bahwa apa yang saya dapatkan saat ini merupakan suatu usaha yang keras yang telah saya lakukan, karena menurut mereka masih banyak kawan lain yang jauh lebih pintar daripada saya yang seharusnya lebih sukses daripada saya, baik dari sisi karir pekerjaan, financial maupun kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pendapat kawan SMA saya tersebut ada benarnya, tapi mungkin juga ada yang kurang benar. Saya yakin setiap orang memang diberikan keberuntungan oleh sang Maha Pencipta sejak masa penciptaan. Misalnya keberuntungan karena dipilihkan untuk diletakkan dalam rahim seorang ibu yang tepat, keberuntungan karena dihasilkan dari sperma seorang ayah yang tepat, keberuntungan karena pilihan agama orang tua yang tepat sehingga sebelum kita bisa mengerti apa itu agamapun, namun di surat keterangan lahir kita telah tertulis agama yang sama seperti agama orang tua kita. Dan masih banyak lagi keberuntungan yang telah diberikan sebelum kita sendiri mengerti dan bisa merasakan makna keberuntungan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menurut saya perlu disayangkan, masih banyak kawan SMA saya yang menganggap bahwa keberuntungan itu merupakan faktor bawaan, bukan sesuatu yang bisa diciptakan atau diusahakan. Inilah mungkin persepsi yang perlu diluruskan, perlu dibenahi sehingga setidak-tidaknya kawan yang merasa belum beruntung bisa segera mendapatkan keberuntungan tersebut seperti kawan-kawan lain yang telah beruntung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut artikel kiriman kawan kerja saya tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang beruntung melakukan memang bertindak berbeda dengan mereka yang sial atau halusnya kurang beruntung. Misalnya disebutkan, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Prof. Wiseman sebagai peneliti memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok yang kurang beruntung memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok yang beruntung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena sebelumnya di halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol kurang beruntung melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti, Anda menemukan ini, dan menangkan US$250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial atau kurang beruntung.&lt;br /&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang yang kurang beruntung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap terhadap peluang.&lt;br /&gt;Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang kurang beruntung lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Saya kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang.&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok kurang beruntung umumnya adalah: “Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat uang”. Apapun situasinya orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelesan diatas menurut saya cukup jelas bahwa keberuntungan itu ternyata bukan faktor “bawa-an” saja, tetapi lebih kepada sesuatu yang bisa diusahakan. Belum yakin? Sebenarnya dengan membaca artikel inipun anda sudah termasuk orang yang beruntung karena ternyata Prof Wiseman bahkan sudah membuka “Luck School”. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat “Lucky Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka, dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ternyata sesederhana itu rahasia orang yang beruntung dan ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah kawan-kawan sudah siap untuk memulai menjadi orang yang beruntung? (by SUTEDJA)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-2356749267321519470?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/2356749267321519470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/am-i-lucky-man.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2356749267321519470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2356749267321519470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/am-i-lucky-man.html' title='AM I THE LUCKY MAN?'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-7452654515003696036</id><published>2009-03-07T00:35:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T02:32:54.495-08:00</updated><title type='text'>UJIAN AKHIR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hampir setiap mahasiswa yang akan menghadapi ujian sarjana pastilah akan merasakan tegang, sesiap apapun dan siapapun dia. Tegang karena membayangkan pertanyaan ujian yang mungkin sulit untuk dijawab, tegang karena mungkin skripsinya salah buat (???), tegang karena takut salah ngomong atau tegang karena hal-hal lain yang belum pernah terbayangkan dan sebentar lagi akan dialaminya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan yang akan menghadapi ujian bersamaku juga tegang, termasuk aku sendiri. Pe’i kelihatan sekali wajah tegangnya, hampir setiap saat aku lihat dia membolak-balik skripsi (yang harusnya sudah hapal diluar kepala), sambil sesekali diselingi membaca doa yang panjang (dan mungkin juga sekalian membaca mantra). Dirham wajahnya masih terlihat sedih karena baru beberapa hari ditinggal ibunya menghadap yang punya kehidupan, matanya sesekali terlihat berkaca-kaca. Romas tak jauh berbeda dengan Pe’i, mulutnya komat-kamit sambil matanya melihat skripsinya yang cukup tebal. Tapi aku yakin kalau aku lebih hapal isi skripsi tersedut dibandingkan Romas karena skripsi tersebut aku yang mengetiknya. Dengan dibayar tentunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harry hanya modar-mandir saja sambil tertawa melihat kawan-kawannya pada stress. Ya, jelas saja dia tidak strees saat ini karena dia belum membuat tugas akhir. Nilainya masih banyak yang harus diperbaiki karena tidak pernah berdoa sebelum ujian, mencontoh Yuri Gagarin katanya...yang bisa keluar angkasa tanpa berdoa. Padahal sok tahu saja dia, karena sebelum Yuri Gagarin keluar angkasa sebenarnya dia pernah memintaku untuk memimpin doa supaya misi mereka keluar angkasa sukses, dan itu yang tidak Harry ketahui...hehehe.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan yang lainpun sama, bolak-balik kayak setrika-an sambil mengintip melalui jendela melihat kawan yang sedang diuji di dalam ruangan. Sesekali mencoba mencari jawaban sambil membuka-buka literatur yang dibawa. Semakin lama kulihat wajah mereka semakin kusut karena semakin bingung. Semakin banyak pertanyaan ujian yang mereka tidak tahu jawabannya. Semakin stress.... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sebenarnya bingung karena semakin banyak ternyata yang aku tidak tahu. Skripsiku sangat tipis, lebih tebal sedikit dari stensilan erny arrow yang sering dibawa Ruslan ke kampus, hanya terdiri dari 60 halaman saja. Perhitungan yang ada hanya ada perhitungan head pompa dan perhitungan diameter pipa saja. Benar-benar simple dan kurang berbobot sebenarnya.Tapi aku tak peduli mengenai ini. Targetku yang penting lulus , menjadi sarjana dan bisa segera bekerja, titik! Tidak peduli nilainya hanya dapat yang pas-pasan saja alias C. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat jam 10 malam pengumuman kelulusan diumumkan kami semua kecuali tiga orang menyambutnya dengan gembira (eh..empat orang maksud saya yang tidak bergembira, yang keempatnya ya sudah pasti si Harry. Dia tidak gembira karena banyak kawan-kawannya yang lulus, sementara harapan dia mestinya banyak yang tidak lulus supaya bisa kembali ujian bersama dia). Hore...kami lulus !!!! Kami lulus ...!!!!&lt;br /&gt;Thanks God ! The first difficulties in our lives has gone... (by Sutedja) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Note: Terimo kasih buat Henry yang sudah minjemin jas buat aku ujian walaupun sedikit kedodoran. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-7452654515003696036?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/7452654515003696036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/ujian-akhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/7452654515003696036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/7452654515003696036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/ujian-akhir.html' title='UJIAN AKHIR'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-4380632470674801128</id><published>2009-03-03T18:04:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:38:09.015-08:00</updated><title type='text'>POSISI MENENTUKAN PRESTASI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAspire%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:113.75pt 84.95pt 84.95pt 113.75pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Posisi menentukan prestasi adalah istilah umum yang dipakai para mahasiswa saat menghadapi ujian. Maksudnya disini bahwa pilihan tempat duduk kita waktu ujian akan sangat menentukan nilai yang kita dapatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasanya tempat yang dipilih adalah di kursi di barisan belakang dan agak ke pojok di tempat yang sulit dijangkau oleh radar mata dosen pengawas ujian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan posisi yang nyaman tersebut biasanya kami rela datang lebih awal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari jadwal ujian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Soalnya kita harus merebut tempat yang diinginkan tersebut dengan perjuangan dan kerja keras bila perlu dengan sikut-sikutan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalaupun kalau kita berhalangan datang lebih awal, disarankan untuk meminta bantuan konco2 kita untuk nge-tag tempat untuk kita (istilah kerennya &lt;i style=""&gt;reserved seat&lt;/i&gt;, kayak VVIP person aja..).Jadi, ngetag tempat itu sudah dari dulu dilakukan oleh kami, Dimana-mana kalo mau mendapatkan posisi wuenak ya harus berusaha keras bung…jer basuki mawa bea..&lt;i style=""&gt;there is no such thing as a free lunch men..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Selain tempat duduk yang berada di deretan belakang, persiapan lain yang harus dilakukan adalah mempersiapkan materi contekan di dalam kertas-kertas kecil. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kalo teman yang agak rajin biasanya sudah mempersiapkannya pada malam sebelum ujian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teman yang agak rajin ini, materi contekannya akan dipinjam oleh teman yang kurang rajin, untuk dibuat &lt;i style=""&gt;copy pastenya&lt;/i&gt;, atau kalaupun masih malas untuk membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;copy contekan (terlalu..kata bang Haji Rhoma Irama ), masih ada tempat foto copian, walau moto copy-nya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan rasa malu yang sudah hilang, masak contekan saja difoto copy.Tetapi hal-hal tersebut memang harus dilakukan demi perjuangan supaya bisa lulus ujian.&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kalau persiapan –persiapan diatas, yakni posisi duduk dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;contekan sudah siap, maka kita tinggal menunggu dengan tenang peristiwa ujiannya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasanya, di saat ujian ini akan terlihat suatu pola kerjasama yang manis dan kompak dari teman2 sekalian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terjadi oper-mengoper jawaban soal dan keberanian inovasi mencontek yang benar-benar luar biasa yang dipertunjukan teman2. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal diatas berlaku kalau dosen pengajarnya bermata rabun,sudah cuek dengan aktivitas mahasiswa2 bandel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak berusaha keras untuk belajar ujian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau dosen pengajarnya terkenal bermata awas, sangar, killer dan raja tega untuk tidak meluluskan mahasiswa yang berani mencontek, tentu saja kami tidak berani untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan aktivitas mencontek tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami akan berusaha mengarang-ngarang jawaban ujian supaya kertas ujian keliatan terisi penuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan harapan siapa tahu bisa lulus dengan belas kasihan dosen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau paling tidak mendapat nilai upah nulis. Tapi ada satu senjata rahasia lagi yang dapat mengatasi nilai jelek tersebut, caranya dikenal dengan “&lt;i style=""&gt;Lobby Factor&lt;/i&gt;”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cukup bermodal oleh-oleh seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;otak-otak dan makanan kecil lainnya, kita bisa mendatangi dosen-dosen tertentu untuk PDKT dan mohon bantuan memperbaiki nilai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternyata kelak dikemudian hari, faktor-faktor non teknis seperti lobby-melobby inilah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak membantu dalam pergaulan dan menjalin relasi di dunia kerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Benar nggak Cing? (by Amrizal "Joe" Malik)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-4380632470674801128?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/4380632470674801128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/posisi-menentukan-prestasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/4380632470674801128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/4380632470674801128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/03/posisi-menentukan-prestasi.html' title='POSISI MENENTUKAN PRESTASI'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-2603555788758550947</id><published>2009-02-27T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T18:57:51.080-08:00</updated><title type='text'>MENUNGGU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menunggu memang hal yang paling membosankan! Berapa lamapun waktu yang terpakai, tetap saja membosankan. Entah semenit, sejam, sehari apalagi bertahun-tahun. Tetap saja sama, membosankan!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang aku lagi menunggu. Duduk sendirian di bandara menunggu jadwal pesawat yang akan aku tumpangi ke Palembang tiba. Ya, hari ini aku akan kembali ke rumah untuk bertemu anak dan istriku setalah 19 hari meninggalkan mereka. Sungguh melelahkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kejenuhanku sedikit terobati karena barusan Rahmadi menelphone, menanyakan status proposal proyek yang pernah dia berikan padaku. Lumayan untuk mengisi waktu menunggu saat ini, walaupun proyeknya sendiri belum bisa dijalankan karena harga yang ditawarkan masih jauh dari estimasi budget  yang tersedia. Entah aku yang salah membuat perhitungan anggaran pekerjaan, atau Rahmadi yang mengajukan harga yang terlalu mahal. Diakhir pembicaraan dia meminta alamat blog tm-unsri89.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku mengeluarkan laptop, mirip gayanya Tukul saat memandu acara (bukan) empat mata. Mungkin saja ada sesuatu yang bisa aku tulis. Entah mengenai pekerjaan, membuat presentasi, merevisi program kerja, atau sekadar tulisan ringan utuk mengisi blog kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belum ada hurup yang aku ketik saat kemudian handphone ku berdering lagi. Kali ini dari teman lamaku yang baru saja mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Teman yang baru saja semalam tidur bersamaku di hotel, mas Slamet. Ya, semalam dia menceritakan alasan pengunduran dirinya. Menceritakan bahwa dia sudah bosan menunggu karirnya yang belum juga bergerak ke atas lagi setelah menerima promosi dariku ditahun 2004 yang lalu. Bosan menunggu janji untuk dioverseas-kan yang sampai hari ini belum juga terealiasi (rasanya memang mana mungkin bisa overseas kalau bahasa Inggrisnya saja belum sepasih bahasa Jawanya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali meletakkan jariku diatas tuts lap top mungilku sambil menanti ide yang mungkin akan datang...semenit, dua menit,..lima menit...10 menit...sialan, belum ada juga ide yang datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan bagaimana mungkin ada seorang yang bisa bersabar menunggu nasib sedemikian lama, bahkan yang belum tahu kapan berakhirnya mas menunggu. Orang yang dipenjara misalnya, berapa lama mereka menghitung hari menunggu masa pembebasan. Orang yang belum mendapat kerja, berapa lama mereka menunggu surat panggilan kerja datang. Orang yang dijanjikan mau dipromosikan, berapa lama mereka merasa waktu menduduki jabatan baru akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun aku menyadari bahwa kita semua memang sedang menunggu, menunggu datangnya waktu kematian. Dan nanti setelah berada di dalam kubur kita masih akan menunggu waktu dibangkitkan, kemudian menunggu masa hisab amal perbuatan kita, setelah itu kalau banyak dosa akan menunggu lagi ditempat pembalasan sambil merasakan betapa dahsyatnya siksaan itu, sebelum mungkin pada akhirnya akan dimasukan ke dalam tempat yang teramat indah – Miftahul Jannah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah kita yang bisa memanfaatkan waktu menunggu ini dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan waktu yang bermanfaat. Mengisi bekal untuk perjalanan yang teramat jauh, yang pasti akan membutuhkan jumlah yang banyak, bekal yang bukan berupa makanan dan minuman, bekal yang tidak akan mengenyangkan lahiriah kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, pramugari-pramugari yang muda dan cantik sudah lewat didepan saya. Jalannya berlenggak-lenggok kayak itik yang mau nelor. Mungkin 20 menit lagi pesawat yang saya tumpangi akan segera diberangkatkan. Akhirnya waktu menunggu saya dibandara selesai sudah, namun tidak ada tulisan yang berhasil saya selesaikan kali ini. Waktu menunggu yang berlalu sia-sia. (by Sutedja)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-2603555788758550947?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/2603555788758550947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/menunggu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2603555788758550947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2603555788758550947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/menunggu.html' title='MENUNGGU'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-8080325184338003491</id><published>2009-02-18T22:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T22:14:14.747-08:00</updated><title type='text'>JALAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;The big question (pertanyaan  utama) bagi manusia yang hidup di dunia ini adalah mencari tahu apa tujuan hidupnya di dunia ( what’ s God plan to him/her)..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa  berhubungan dengan pekerjaannya yang dilakukannya untuk menghidupi diri dan keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang segera atau cepat mengetahui tujuan hidupnya adapula yang butuh waktu bertahun2 untuk menemukannya. Penemuan itupun bisa didapat secara sadar dan tak sadar, lewat rangkaian berkah ataupun musibah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasusnya : Harry Kucing adalah teman kuliah kami dulu yang berasal dari pulau Bangka  ( kota penghasil cewek2 cantik dan terkenal seperti putri Indonesia: Artika Sari Devi dan bintang sinetron Sandra Dewi ( ngiler : mode on ).  Ketika kuliah dulu dia termasuk putra daerah yang biasa2 saja, malah cenderung sering menjadi bahan guyonan temen2 lain.  Ini karena ulahnya yang kadang2 lucu dan memang perawakannya yang seperti almarhum pelawak Didu.  Jadi memang sudah punya bakat untuk menjadi  bahan olok2 an masyarakat.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu ujian semester dulu , dia pernah sesumbar bahwa untuk apa berdoa saat ujian, lha Yuri Gagarin (kosmonot Uni Soviet) saja yang komunis bin atheis bisa terbang keluar angkasa naik Apollo, itu alasan alias logikanya.  Ternyata Tuhan mendengar dan langsung menjawab harapan si Harry. Ketika pengumuman hasil ujian diumumkan, pada semester itu nilai si Harry hampir semuanya D dan E alias tidak lulus  semua.  Cuma satu pelajaran yang lulus rasanya. Teman2 (terutama saya yang mendengar kata2nya saat ujian ) mentertawakan hasil yang didapatnya.  Makanya Cing jangan ngomong macam itu lagi..-D. Malaikat mencatat lho..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas anak TM adalah membuat “laporan Roda Gigi dan kopling”, yang menjadi tugas wajib semester itu.  Seperti kebiasaan kami, mahasiswa2 yang malas  ini adalah mengerjakan tugas tersebut menjelang akhir2 masa pengumpulan tugas alias menjelang deadline ( kayak wartawan aja - )).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, si teman kita Harry ini seperti biasanya mengumpulkan dengan tergopoh2 dan sudah menjelang bel berdering.  Dia tidak memeriksa lagi apakah ada yang kurang atau salah dari judul yang tugas laporan tersebut. Karena waktu yang sudah sangat mepet, jadi langsung laporan tersebut dikumpul.  Tetapi beberapa waktu kemudian dia dipanggil oleh dosen mata kuliah tersebut dan diomelin.Ternyata betul ada kesalahan penulisan judul yang dibuatnya yaitu “Laporan roda gigi dan Rantai” .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dua hal inilah yang setiap ketemu kumpul 2 dan reuni selalu menjadi bahan bercanda bagi kami.&lt;br /&gt;Sekarang si harry Kucing  ini bekerja menjadi ahli design &amp;amp; fabrikasi Roda gigi, suatu hal yang dulu kami tertawakan ternyata nasib dan garis tangan  membuatnya menjadi orang yang sangat menguasai roda gigi tersebut.( Mungkin lebih hebat daripada dosen mata kuliah roda gigi dulu he2).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pembukaan di atas, kita tidak sadar bahwa hal-hal / kejadian yang kita lakukan atau alami di masa lalu ternyata menjadi jalan hidup kita sekarang. Teman kita di atas mungkin telah menjawab ‘what’s God plan to him” (by Amrizal "Joe" Malik)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-8080325184338003491?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/8080325184338003491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/jalan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8080325184338003491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8080325184338003491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/jalan-hidup.html' title='JALAN HIDUP'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-2496109241534113312</id><published>2009-02-17T01:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T01:28:50.341-08:00</updated><title type='text'>MENANTI JAM KULIAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZqCZmuV7mI/AAAAAAAAAEA/s0E_6m6cGuE/s1600-h/telanjang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303694887585443426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 231px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZqCZmuV7mI/AAAAAAAAAEA/s0E_6m6cGuE/s320/telanjang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini bukan sedang berjudi apalagi pornoaksi. Kegiatan ini hanya mengisi waktu luang disaat menunggu jam kuliah, sekalian mengasah ketrampilan bermain remi. Dizaman ini dulu belum ada permainan “song”, jadi yang dimainkan saat itu mungkin main “set-sot” kalau tidak salah, atau mungkin permainan 41 malah. Aku tidak tahu karena aku tidak tertarik bermain remi.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Richard, Pe’i, Romas dan Awang buka baju sudah pasti karena panas. Maklum, kalau tidak salah tempat costnya Richard di Jalan Riau ini tidak menggunakan AC. Mungkin ditahun itu harga AC masih mahal sehingga hanya menggunakan kipas angin saja. Yang habis dikerok karena masuk angin, biasanya kalau ikut bermain tidak membuka baju dan juga tidak membuka celana (apa hubungannya???). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tempat cost Richard ini memang jadi tempat berkumpul saat menunggu jam kuliah berikutnya dan melakukan berbagai kegiatan. Kadang-kadang kita membuat tugas disini, membuat contekan untuk ujian, meminjam komputernya untuk membuat makalah atau tempat belajar jadi “dewasa” dengan melihat gambar-gambar dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang punya rumah kalau tidak salah adalah seorang janda yang punya hobby berjudi. Hampir setiap hari kami melihat tamunya datang, untuk berjudi barangkali. Mungkin uang bayaran cost itulah yang dia jadikan modal untuk bermain bersama tamu-tamunya tersebut. Dan Mungkin karena itu juga Richard tidak boleh terlambat membayar uang cost, karena kalau terlambat maka janda itu tidak bisa bermain judi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi asyik bermain remi dan jam kuliah berikutnya tiba, kadang-kadang ada alasan untuk tetap meneruskan permainan remi tersebut sampai selesai. Alasan yang sering dipakai adalah “..males ah, yang ngajar pak Fusito...” atau “..tidak datang juga tidak apa-apa karena yang mengajar pak Valentino..” atau juga “...nitip absen dong..” dan banyak lagi alasan-alasan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau mata kuliah berikutnya adalah mata pelajaran yang diajarkan oleh mbak Mawarni, bisanya kita segera bergegas supaya dapat tempat duduk di depan ruangan kuliah. Maklum, mbak ini dosen muda yang cukup cantik wakaupun sedikit judes dan ketus. Yah, paling tidak lumayanlah untuk kita-kita yang lagi pada puber. Beda dengan jurusan teknik kimia yang mayoritas malah perempuan, sehingga mahasiswanya malah sudah pada imun, sudah terbiasa berdekatan dengan teman ceweknya sehingga gejolaknya tidak sekencang mahasiswa jurusan mesin. Sudah tidak dahsyat lagi!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat photo diatas, mungkin waktunya sekitar tahun 1993-an karena Richard dan Romas sudah tidak gondrong lagi, sudah kelihatan lebih dewasa karena sudah sadar kalau rambut mereka gondrong, mereka mirip penyanyi dangdut dan sama sekali tidak mirip anak metal. Ini jujur lho ...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayo kapan kita bernostalgia main remi bersama lagi?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-2496109241534113312?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/2496109241534113312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/menanti-jam-kuliah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2496109241534113312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2496109241534113312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/menanti-jam-kuliah.html' title='MENANTI JAM KULIAH'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZqCZmuV7mI/AAAAAAAAAEA/s0E_6m6cGuE/s72-c/telanjang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-8869081904496367491</id><published>2009-02-16T16:05:00.001-08:00</published><updated>2009-02-16T16:08:00.091-08:00</updated><title type='text'>FITNESS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sekitar pertengahan tahun 1991, Henry dan Richard memperkenalkan olah raga angkat beban yang saat itu sering kami sebut dengan fitness. Suatu penggunaan kata yang salah sebenarnya karena olah raga yang kami lakukan lebih menjurus untuk menjadi binaraga, bukan sekadar olah raga untuk menjaga kebugaran tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tempat olah raga angkat beban tersebut bukan di hotel atau di tempat kebugaran yang bagus, tempat yang menjadi sarana latihan kami terletak di gang kecil di jalan Ali Gatmir pasar Kuto, tepatnya di lorong Dagi. Tempat yang sering juga kami sebut dengan Dagi Fitness.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Dagi fitness jangan berharap tersedianya  instruktur yang akan mengajarkan olahraga ini atau membayangkan tersedianya alat yang modern untuk membentuk tubuh seperti  di gymnastic kepunyaan Ade Rai. Semua peralatan disini benar-benar seadanya. Lempengan barbel yang terbuat dari plat besi yang dipotong, tempat bench press dari kayu, pararel dips yang terbuat dari setang sepeda atau peralatan row chest yang terbuat dari rantai sepeda. Hampir sebagian besar peralatan disini adalah home made, buatan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun mungkin karena murah atau karena pemiliknya adalah pelatih angkat berat di Palembang, tempat tersebut sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang yang ingin memperbesar otot tubuh mereka. Termasuk juga saya, Henry, Richard, Novian, Ruslan, Harry, Romas, Budi dan Redy. Tapi seperti biasa, lama kelamaan hanya saya , Novian dan Henry saja yang tekun berlatih dan berkunjung walau saat ujian sekalipun (lha wong saya kalo ujian selalu memilih duduk dekat sama yang rajin belajar...)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu masih ramai-ramai berlatih, begitu selesai biasanya kami langsung menuju rumah makan martabak telor HAR di jalan kol. Atmo untuk menggantikan energi yang hilang.  Saya, Henry dan Harry biasanya bisa memakan martabak tersebut sampai 3 atau 4 piring (padahal saat ini untuk menghabiskan 1,5 piring saja sudah sulit). Novian bisa memakan 2 atau 3 piring, sedangkan yang lainnya paling banter 1,5 piring saja. Karena selalu memakan dengan porsi super itulah penjaga toko martabak tersebut sangat senang bila kami datang . Laris, pasti itu yang ada dalam pikirannya!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya orang yang ingin memamerkan otot, semakin besar otot yang dia miliki anehnya semakin kecil ukuran baju yang dibeli. Kalau dulu memakai ukuran XL, sekarang diturunkan menjadi ukuran L. Supaya tidak ada celah lagi antara baju dengan tubuh. Supaya benar-benar nge-press..he..he... Padahal sungguh mati, otot yang kami miliki saat itu lebih mirip otot kuli angkut daripada otot binaragawan (lha wong latihannya memang sama para kuli angkut lemari di sekitar Dagi dan tanpa pelatih, mana mungkin jadi bisa kayak Ade Rai).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Henry yang memang berbadan paling besar, ternyata punya obsesi untuk menggantikan Lou Ferigno untuk menjadi Hulk, si Raksasa Hijau dalam film The Incridible Hulk. Sudah sedikit mirip memang, namun tidak miripnya jauh lebih banyak, terutama untuk otot bagian perut. Namun demikian, tidak saya lihat sekalipun dia memasukan latihan otot perut kedalam program latihan yang dilakukannya. Hampir melulu program yang ada hanyalah otot dada, otot lengan dan otot pundak. Tidak jauh berbeda dengan latihan yang saya lakukan (namanya juga tukang contek, jadi apa yang Henry lakukan itu yang saya turuti).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, saya dan Henry masih sering membicarakan olahraga angkat beban bila bertemu. Namun hanya sebatas membicarakan saja sambil tertawa mengingat kebodohan yang pernah kami lakukan. Sekarang kami berdua disarankan dokter untuk tidak melakukan olahraga tersebut karena terkena penyakit yang sama. Sakit pinggang! Penyakit yang datangnya belasan tahun kemudian karena kesalahan program latihan waktu dulu. Sekarang terkubur sudah impian untuk menggantikan Lou Ferigno, apalagi setelah menyaksikan film terbaru tentang Hulk ternyata telah menggunakan animasi komputer sehingga tidak membutuhkan seseorang yang berotot besar lagi. Daahhhh ... (by Sutedja)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-8869081904496367491?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/8869081904496367491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/fitness.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8869081904496367491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8869081904496367491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/fitness.html' title='FITNESS'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-5363952441496993780</id><published>2009-02-14T19:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T19:50:27.262-08:00</updated><title type='text'>GANK JADUL</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZeQq_xir2I/AAAAAAAAAD4/j0npxEVUzWM/s1600-h/Rame.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302866154600181602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 221px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZeQq_xir2I/AAAAAAAAAD4/j0npxEVUzWM/s320/Rame.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Chard, photo ini diambil tahun berapa ya? Kalau tidak salah mungkin diawal 1990 kan? Wah sudah sembilan belas tahun yang lalu. Benar-benar tidak kerasa bahwa kita semakin tua ...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Andi, Bandi, Richard dan Henry mukanya tidak banyak berubah..masih kelihatan muda. Hanya saja Henry dan Harry perutnya membesar karena sudah jadi boss. Saya dan Joe kehilangan rambut karena sering berpikir keras supaya jadi boss juga kayak Henry dan Harry.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Andi ternyata tampangnya kayak pemain bola dari Argentina, Dirham sedikit berubah ke arah tambah jelek. Isbandi saat ini selain tambah item, janggutnya juga tambah panjang. Darto dan Redy Japaris rambutnya panjang kayak penyanyi dangdut, padahal ngakunya kayak rocker. Ingat sama Redy, jadi ingat kalo habis dibonceng pakai GL-100nya susah jalan lurus karena harus mengangkang lebar-lebar ... maklum pantatnya oversize, mirip pantat gajah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keponakan Richard pasti sudah pada kuliah sekarang. Ini anak Oom Edison ya, Chard?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Romas, dari dulu suka malu-malu ... malu-maluin maksudnya. Makanya kalo photo tidak pernah di depan, selalu cari posisi di belakang, termasuk kalau pas lagi ujian. Motonya kalau tidak salah "posisi menentukan prestasi".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Henry tenyata sudah sejak dulu senang pakai kacamata hitam. Entah supaya terlihat ganteng atau supaya bebas melirik anak ekonomi dan hukum. Wajah Harry masih terlihat seperti Diduk, pemain sinetron di awal tahun 80-an yang sekarang sudah meninggal dunia. Kalau sekarang entah wajahnya mirip siapa ... hanya saja kenapa setiap saya melihat patung budha di toko-toko selalu ingat sama dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah photo ternyata punya sejuta kenangan, mudah-mudahan kenangan ini akan mempererat prsahabatan kita.Amin. (by Sutedja)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-5363952441496993780?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/5363952441496993780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/gank-jadul.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5363952441496993780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5363952441496993780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/gank-jadul.html' title='GANK JADUL'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZeQq_xir2I/AAAAAAAAAD4/j0npxEVUzWM/s72-c/Rame.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-6135668141481751110</id><published>2009-02-13T16:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T16:30:37.699-08:00</updated><title type='text'>INTERVIEW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari Rabu tanggal 11 Februari kemarin, saya melakukan interview untuk salah satu kandidate yang akan mengisi &lt;em&gt;posisi facility and construction&lt;/em&gt; yang kebetulan akan kosong 2 bulan mendatang karena supervisor yang saat ini menjabat akan memasuki masa purna karya. Sebelum hari interview saya sampaikan bahwa pelaksanaan interview akan dilakukan diruangan saya pada pukul 6 pagi, on time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On time atau tepat waktu sengaja saya sampaikan untuk melihat salah satu parameter penilaian mengenai &lt;em&gt;commitment&lt;/em&gt;. Sebagai seorang supervisor yang akan mengawasi dan mengkoordinir banyak pekerja, &lt;em&gt;commitment&lt;/em&gt; menjadi satu hal yang harus ada. &lt;em&gt;Commitment&lt;/em&gt; yang akan diimplementasikan dalam banyak hal, misalnya commit untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan schedule, &lt;em&gt;commit&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;coatching sub ordinate&lt;/em&gt; supaya terjadi proses regenerasi, &lt;em&gt;commit&lt;/em&gt; untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan banyak hal lagi yang harus dilakukan berdasarkan &lt;em&gt;commitment&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.30 pagi seperti biasa saya sudah berada diruangan kerja, menyiapkan laporan harian department saya untuk dimeetingkan dengan rekan-rekan di kantor Jakarta pada jam 8.30 pagi nanti. Laporan ini biasanya saya buat pada jam 6.00 pagi dan selesai pada jam 6.20, hanya membutuhkan waktu 20 menit karena memang hanya menuliskan sesuatu yang penting saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.55 pagi, kandidate tersebut mengetuk pintu ruangan saya sambil menyapa &lt;em&gt;“Assalamualaaikum”,&lt;/em&gt; suatu sapaan yang sangat saya sukai karena berisi doa yang mendoakan orang yang disapa, sapaan yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk diucapkan bila dua orang muslim bertemu. Alhamdulillah, pagi-pagi begini sudah ada orang yang mendoakan untuk keselamatan dan kesejahteraan saya. 2 point sudah dia dapatkan dari saya. Yang pertama dia datang on time dan yang kedua dia punya etika. Sebelum mempersilahkan duduk, saya amati kandidate yang bernama MS ini. Tubuhnya yang tinggi atletis dan tegap dengan potongan rambut cepak gaya ABRI sebenarnya lebih cocok untuk melamar jadi tenaga security daripada jadi supervisor di &lt;em&gt;facility and construction&lt;/em&gt;. Wah, jangan-jangan salah panggil orang nih !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6 pagi tepat interview dimulai dengan pertanyaan mengenai safety, hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kerja dan kesadaran akan keselamatan kerja. Ternyata jawaban yang dia berikan sungguh diluar dugaan saya karena sebenarnya saat ini dia sudah bekerja sebagai tenaga inspector di perusahaan ini walaupun masih melalui kontraktor. Dari 2 pertanyaan yang saya ajukan, dia tidak bisa menjawab dengan cukup baik. Jawabannya salah dan terasa di karang-karang. Bagaimana mungkin hal yang berhubungan dengan keselematan kerja, yang sudah ada standard dan aturannya yang populer dengan sebutan “&lt;em&gt;safety standard and procedure&lt;/em&gt;” sehingga menjadi panduan resmi bisa di karang-karang seenaknya. Lebih parahnya lagi ternyata selama bekerja disini, satu kalipun dia belum pernah membaca aturan mengenai safety ini walaupun perusahaan telah mewajibkan semua karyawan untuk membaca dan mengerti isi &lt;em&gt;safety and standard procedure&lt;/em&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan berikutnya mengenai &lt;em&gt;leader ship, work planning and organizing, commitment&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;knowledge&lt;/em&gt; benar-benar tidak bisa dijawabnya dengan baik. Semakin saya mengiyakan jawabannya, semakin bersayap pula jawabannya. Mungkin karena dilihatnya saya sering mengangguk, dikiranya jawaban yang diberikannya adalah benar. Semakin sering saya bilang “ oooo”, semakin bersinar pula pancaran sinar matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu yang paling membuat saya kecewa adalah pengetahuan mengenai pekerjaan yang justru saat ini menjadi tanggung jawabnya. Saya membayangkan bisa saja yang dia kerjakan selama ini tidak benar dan dikarang-karang, bisa saja dia hanya menyalin laporan dari kontraktor tanpa pernah tahu bagaimana memeriksa benar atau tidaknya kemudian melaporkan kembali ke atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ternyata dugaan saya MS ini lebih cocok sebagai security ternyata ada benarnya. Benarnya karena memang tenaga security diperusahaan saya tidak dituntut untuk berpikir berat dan mengerti tugas yang lain seperti security di bank yang selalu siap menawarkan bantuan saat kita mau mengisi form penarikan atau setoran tabungan, yang walaupun sebagai security tetapi selalu menyambut customer banknya dengan tersenyum dan ucapan selamat pagi atau selamat siang. Security di perusahaan saya harus berwajah dingin, galak dan betah duduk berjam-jam di pos security supaya tidak ada tamu yang tidak penting bisa masuk kedalam kantor hanya untuk meminta sumbangan atau mencari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali MS telah membuang satu peluang untuk memperbaiki status kepegawaian dan pendapatannya hanya karena dia telah menyia-nyiakan waktu untuk belajar lebih banyak. Namun mudah-mudahan saja kegagalannya ini menjadi awal mula baginya untuk bisa belajar lebih baik. Belajar untuk mengerti bahwa proses belajar tidak boleh berhenti karena saat ini sudah menjadi pegawai dan sudah lulus kuliah, belajar untuk menjawab bahwa &lt;em&gt;“saya tidak mengerti” &lt;/em&gt;daripada memberikan jawaban yang dikarang-karang padahal salah. Beruntunglah kita bila menjadi orang yang merasa bodoh sehingga merasa perlu terus belajar dari pada orang yang merasa pintar tapi tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bye-bye and have a nice week end! (by Sutedja) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-6135668141481751110?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/6135668141481751110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/interview.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/6135668141481751110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/6135668141481751110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/interview.html' title='INTERVIEW'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-3944751130604157439</id><published>2009-02-12T02:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T02:46:55.402-08:00</updated><title type='text'>LUPA !</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZP953H0oGI/AAAAAAAAACw/EXuQGw0-U_8/s1600-h/Tangkuban+Perahu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 251px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZP953H0oGI/AAAAAAAAACw/EXuQGw0-U_8/s320/Tangkuban+Perahu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301860356836335714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Celaka, saya sudah terkena penyakit lupa ternyata! Padahal usia saya sekarang baru mau menjelang 38 tahun. Banyak yang saya lupa dalam kegiatan yang saya lakukan sehari-hari. Misalnya beberapa hari yang lalu saya kena tegur atasan saya karena lupa menanda tangani promosi kenaikan gaji anak buah saya yang baru diangkat menjadi  supervisor, padahal atasannya yang juga anak buah saya sudah menyiapkan surat promosi ini sejak sebelum saya berangkat menunaikan ibadah haji bulan Nopember tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya kembali lupa dengan nama salah satu kawan kita setelah Richard mengirimkan photo yang diambil saat kita melakukan Kuliah Kerja Lapangan pada tahun 1992 di Bandung. Berkali-kali saya amati photo tersebut dan mencoba untuk menyebutkan satu persatu nama kawan-kawan yang ada dalam photo ini dengan harapan akan ingat namanya, tetapi tidak juga berhasil. Saya benar-benar lupa siapa nama kawan kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak saran yang sudah saya coba untuk mengatasi penyakit lupa ini dengan harapan ingatan saya kembali kuat, baik saran dari kawan-kawan maupun dari buku dan artikel yang saya dapat. Kadang kala berhasil, tetapi lebih sering belum berhasil. Sehingga seringkali saya melupakan sesuatu yang mestinya segera saya kerjakan. Namun anehnya, setiap menjelang tanggal 1 April saya tidak pernah lupa untuk mengingatkan atasan saya untuk memasukkan nama saya kedalam daftar karyawan yang gajinya perlu dinaikkan, kalau perlu diberi desparity sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak lupaan ini juga bisa terjadi kalau ada yang menghutang uang dengan saya. Walaupun sudah bertahun-tahun tetap saja saya akan ingat siapa yang berhutang, sejumlah berapa dan tanggal berapa dia mulai menghutang. Jadi kalau kawan-kawan ada yang berhutang dengan saya tapi  tidak pernah ditagih, itu bukan karena saya lupa, itu hanya karena saya memberi perpanjangan waktu saja ..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kephoto, jangan-jangan mungkin bukan hanya nama dia saja yang saya lupa, mungkin masih ada nama kawan yang lain juga. Wah, memalukan sekali bila suatu saat kami berjumpa saya tidak ingat untuk menyebut namanya, bisa-bisa saya dikira sombong, angkuh, congkak atau sok. Gawat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kawan-kawan ada yang bisa membantu mengingatkan nama teman kita yang duduk di depan Firdaus? Atau yang mengirimkan photo ini kesaya mungkin masih ingat siapa nama  teman kita itu? Lho..yang ngirim photo ini siapa ya? Kok saya lupa .... (by Sutedja)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-3944751130604157439?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/3944751130604157439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lupa.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/3944751130604157439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/3944751130604157439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lupa.html' title='LUPA !'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZP953H0oGI/AAAAAAAAACw/EXuQGw0-U_8/s72-c/Tangkuban+Perahu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-2619682309997341361</id><published>2009-02-11T20:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T21:01:04.991-08:00</updated><title type='text'>KUCING SIALAN !</title><content type='html'>Kucing dalam judul cerita di atas bukanlah kucing dalam arti sebenarnya. Bukan kucing yang berkaki empat yang kadang menggemaskan tetapi lebih sering lagi menjengkelkan bagi saya. Bukan kucing yang suka bermanis-manis dihadapan kita kemudian mencuri ikan saat kita lengah. Kucing ini juga bukan turunan persia yang berbulu panjang dan lebat atau turunan angora yang kelihatan anggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing disini adalah Harry. Kawan satu angkatan kita. Harry yang dulu saat kuliah selalu telat datang karena sibuk menyiapkan jualan otak-otak dan pempek punya Aji, seorang janda keterunan China beranak tiga yang tinggal di pasar Cinde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuliah selesai dan bertemu di Jakarta sekitar tahun 1999 di Hotel Sahid Jaya, ada sesuatu yang ganjil yang aku lihat dari kartu nama yang diberikannya.  Harry Cadine ! Ya, Harry yang saat kuliah dulu hanya bernama Harry, sekarang menempelkan Cadine di belakang namanya. Aku tidak tahu dari mana asalnya nama ini karena malas untuk bertanya. Mungkin nama ini diambilnya dari nama bapaknya, atau dari nama bintang film yang baru ditontonnya atau mungkin juga direka-reka supaya kelihatan keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami makan malam di kamar hotel, ternyata nafsu makannya belum juga berubah, masih sama seperti masih kuliah dulu. Satu porsi besar steak dan kentang belumlah cukup untuk mengisi perutnya, 3 jam kemudian harus ditambah dengan satu mangkok besar sop buntut dan sepiring nasi. Celananya yang dulu berukuran 34 mungkin sudah berukuran 38 sekarang. Yang paling menakjubkan adalah pertumbuhan lingkar perutnya, dahsyat men .... (kalau ada diantara kawan-kawan yang setelah selesai kuliah belum pernah bertemu kembali dengan Harry, silahkan lihat patung Budha di Kelenteng ... 95% mirip .. he..he..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya belum tahu kenapa saat kuliah dulu Harry di panggil Kucing atau Harry Kucing. Namun nama ini memang jauh lebih populer dari pada nama aslinya. Awalnya Harry memang tidak suka, namun lama –kelamaan kelihatannya dia suka juga.&lt;br /&gt;Kucing sialan! Ya, Harry memang benar-benar sialan termasuk juga Henry. Sialan yang memang benar-benar sialan. Sialan yang membuat saya harus menggambar ulang tugas akhir saya dari awal kembali padahal saat itu sudah 80% selesai. Gambar tugas akhir yang sudah saya kerjakan selama 3 hari 3 malam musnah seketika saat saya meminta bantuan mereka untuk melanjutkannya karena saya sudah kecapaian dan tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, sebal sekali! Lebih sebalnya lagi bahwa gambar tersebut rusak karena tertumpah kuah soto yang saya belikan sebagai sogokan supaya mereka mau membantu menyelesaikan gambar tersebut. Sogokan yang membawa bencana, atau mereka berdualah sebenarnya pembawa bencana bagi saya? Celakanya, saya baru tahu bahwa gambar tersebut rusak setelah saya bangun dari tidur dan mendapati mereka berdua sudah pulang tanpa pamit. Alamak ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha..ha... kejadian menyebalkan tersebut sekarang menjadi kenangan yang indah. Kejadian yang bisa menjadi bahan tertawa saat kumpul bersama kawan-kawan. Sudah puluhan kali cerita ini disampaikan saat kita bertemu, baik oleh saya, Harry maupun oleh Henry. Tapi tidak pernah bosan dan kita selalu kembali tertawa. Mentertawakan kelakukan kita saat masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang sudah tentu Harry masih suka kita panggil Kucing. Tapi dengan embel-embel yang baru pula “boss Harry Kucing”. Embel-embel baru yang didapatkan seiring dengan pertumbuhan lingkar perutnya yang semakin maju ke depan. (by Sutedja).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-2619682309997341361?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/2619682309997341361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/kucing-sialan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2619682309997341361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2619682309997341361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/kucing-sialan.html' title='KUCING SIALAN !'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-726089067723966731</id><published>2009-02-10T20:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T20:59:38.479-08:00</updated><title type='text'>LOWONGAN KERJA</title><content type='html'>Diperusahaan tempat kerja saya sekarang ternyata masih membutuhkan tenaga kerja untuk mengisi posisi yang lowong. Ada berbagai macam posisi yang lowong yang sampai saat ini belum juga terisi setelah ditinggal oleh yang menjabat sebelumnya. Ada yang lowong sejak 2 tahun yang lalu, ada yang lowong sejak 1 tahun yang lalu, ada yang baru enam bulan, empat bulan dan bahkan ada yang baru lowong seminggu yang lalu.&lt;br /&gt;Posisi ini menjadi lowong karena ada banyak sebab. Ada yang karena penjabat sebelumnya pensiun, ada yang pindah ke department lain, ada yang dibajak perusahaan lain dan ada juga yang mengundurkan diri karena ingin mengurus business pribadinya. Pokoknya banyak sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dua perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya juga saya dengar masih banyak posisi yang lowong. Belum ada yang mengisi. Termasuk posisi yang saya tinggalkanpun ternyata belum ada yang menggantikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya baca dari media, tingkat pengangguran di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Namun kalau saya lihat dengan kenyataan yang ada akan terasa agak sedikit aneh karena ternyata masih banyak posisi yang lowong di banyak perusahaan. Kok bisa tidak klop dan saling mengisi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ada satu hal dasar yang membuat tidak terisinya posisi yang lowong tersebut, menjadi seolah tidak ada hubungannya antara angka pengangguran dan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama bisa diumpamakan seperti tidak akan bisa terjadi hubungan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan kalau tidak ada kecocokan. Artinya kualifikasi pekerjaan yang ada tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja yang masih menganggur saat ini. Ketidak cocokan ini bisa dikarenakan perbedaan kompetensi yang diinginkan, syarat masa kerja, pengalaman yang dimiliki atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua bisa diumpamakan tidak akan terjadi perkawinan antara laki-laki dan perempuan kalau laki-laki tersebut tidak melakukan lamaran. Artinya tidak ada lamaran yang dikirim oleh tenaga kerja yang menganggur ke perusahaan karena mereka sudah merasa takut dengan syarat yang diajukan. Misalnya diminta pengalam kerja minimal 10 tahun, sedangkan pengalaman yang ada baru 8 tahun. Diminta pintar bahasa Inggris tertulis maupun lisan, padahal kemampuan bahasa yang ada saat ini selain bahasa Indonesia hanya bahasa Palembang. Diminta punya kemampuan leader ship yang bagus, padahal apa yang dimaksud dengan leader ship tidak tahu. Diminta punya pengalaman kerja diindustri A, padahal walaupun sekarang kerja diindustri B, toh yang dikerjakan tetap sama-sama benerin mesin rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga bisa diumpamakan tidak akan menikah karena pasangannya kurang cantik atau kurang ganteng. Artinya selalu memilih perusahaan yang dari luar kelahitan bonafit, yang gajinya besar, yang memberikan banyak fasilitas. Yang kalau memberikan training selalu keluar negeri. Yang bisa kasih bonus minimal 4 kali sebulan dan lain-lain. Padahal gadis yang cantik biasanya punya permintaan lebih banyak dari yang kurang cantik, punya biaya maintenance yang lebih besar untuk merawat tubuh dan untuk biaya shooping. Perusahaan besar akan menuntut kita lebih besar, baik dari sisi pengorbanan maupun dari sisi kemampuan. Sedikit dianggap kurang, kita akan mudah terdepak. Belum lagi birokrasinya yang biasanya terlalu bertele-tele. Mau pinjam 3 bulan gaji saja harus menunggu berbulan-bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat bisa diumpamakan takut mencari pacar karena tidak pe-de, merasa kurang ganteng, merasa kurang modal atau merasa tidak bisa bersaing dengan laki-laki lain. Tidak mau melakukan usaha karena selalu memikirkan akan gagal. Padahal jauh lebih baik berusaha tapi gagal dari pada tidak berusaha sama sekali, karena tidak berusaha sama sudah pasti sama dengan gagal. Kolonel Sanders saja harus menawarkan racikan fried chickennya sampai ribuan kali sampai bisa diterima oleh satu restorant dan akhirnya berkembang sebesar saat ini. Ingat, diantara beberapa peluang pasti ada peluang yang tersedia untuk kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima tidak bisa cari pacar karena memang tidak mampu. Tidak bisa merayu, tidak bisa berpantas-pantas, tidak punya uang untuk ngajak nonton dan makan. Nah ini yang paling gawat. Seharusnya kita bisa mempersiapkan diri kita untuk menghadapi segala macam syarat mencari pekerjaan. Kemampuan akademis harus dipertajam, kemampuan interview harus dilatih, sikap dan wibawa harus diperbaiki. Dari kegagalan saya masa kuliah karena sering nyontek menyebabkan 3 kali saya gagal test masuk kerja karena kemampuan akademis saya yang kurang saat itu. Nilai teknikal test saya jelek, belum lagi nilai bahasa Inggrisnya. Menyebutkan gajah dan angka sebelas dalam bahasa Inggris saja tidak ada bedanya. Kacau !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu jadi pelajaran yang sangat berharga. Untuk memperbaikinya yang pertama saya lakukan adalah segera ikut less bahasa Inggris dengan menetapkan target untuk bisa menjawab pertanyaan pada saat interview. Dan ternyata berhasil ! Saat interview di perusahaan kontraktor Jepang untuk sebuah proyek, saya bisa menjawab pertanyaannya dengan lancar, lebih lancar bahkan daripada bahasa Inggirsnya orang Jepang tersebut (lha, dia bilang plot plan saja ploto plang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bekerja di proyek, target saya adalah menguasai system produksi dan peralatan yang ada. Hampir setiap malam saya harus tidur larut karena membaca semua dokument proyek. Namun hasilnya menakjubkan. Saya tercatat satu-satunya orang yang bisa naik gaji sebanyak 4 kali dalam satu tahun. Mereka sangat takut kalau saya keluar sebelum proyek tersebut selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sudah 3 kali saya diundang menjadi pembicara mengenai maintenance untuk tingkat Asia-Pacific. Menggunakan bahasa Inggris tentunya. Kadang saya tertawa sendiri kalau ingat saat ujian yang diadakan pak Petrus, buat contekan tapi tidak mengerti yang mana yang mau dicontek karena saat itu saya benar-benar tidak bisa berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bekerja di perusaaan yang sekarang, sudah beberapa kali saya mencoba untuk test di perusahaan lain dengan hasil saya selalu dinyatakan lulus, bahkan ada yang bilang saya over qualified. Dari pengalaman ini saya menyimpulkan bahwa tidak ada manusia yang bodoh, tapi yang ada hanyalah manusia malas dan penakut. Malas untuk melakukan sesuatu dan takut untuk menghadapi kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke lowongan pekerjaan di perusahaan saya, bila kawan-kawan sudah termotivasi dengan cerita diatas silahkan mengajukan lamaran untuk posisi :&lt;br /&gt;1. Production Manager&lt;br /&gt;2. Mechanical Supervisor&lt;br /&gt;3. QA/QC inspector&lt;br /&gt;4. Rigging/lifting specialist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaratnya mudah, hanya perlu lulus test dan punya pengalaman bekerja di oil dan gas ... nah, lho ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Sutedja - 03893150041&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-726089067723966731?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/726089067723966731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lowongan-kerja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/726089067723966731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/726089067723966731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lowongan-kerja.html' title='LOWONGAN KERJA'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-2191324938515919109</id><published>2009-02-10T05:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T05:42:31.261-08:00</updated><title type='text'>LONTONG SAYUR</title><content type='html'>Saat masa kuliah dulu, tempat makanan favorit saya adalah warung kecil di pinggir jalan di daerah Puncak Sekuning, Bukit Besar. Rumah makan ini terletak diujung jalan yang membelah kuburan penduduk sekitar daerah tersebut. Kuburan yang padat. Kuburan yang terkenal dengan nama yang sama “Puncak Sekuning”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka makan di sana bukan karena makanannya enak, tetapi lebih karena harganya  yang murah. Maklum saat kuliah uang saku selalu diberi pas-pasan oleh orang tua. Di sana dengan uang 600 rupiah sudah bisa makan sepiring besar lontong plus beberapa potong tempe. Sudah cukup untuk mengganjal perut sampai jadwal makan siang datang.&lt;br /&gt;Saat makan siang, yang lebih sering menemani makan di sana adalah Henry dan Harry.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teman saya yang dua ini nafsu makannya luar biasa. Satu bakul nasi bisa dihabiskan sendirian saja walaupun lauknya cuma sepotong tempe dan semangkuk sayur. Bagi kami bertiga yang penting nasinya, lauk urusan belakangan. Yang penting murah dan mengenyangkan, sehat urusan belakangan. Kalau sudah masuk perut,  biar perut yang mengaturnya ..ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry inilah yang mengenalkan saya dengan olehraga angkat beban. Berat badan saya yang semula hanya 59 kilo, naik drastis menjadi 71 kilo hanya dalam waktu 3 bulan. Tangan saya yang semula kecil, sekarang kelihatan bendol-bendolnya. Dada yang dulu rata, sekarang sudah seperti dada perempuan abege. Kalau pakai baju, kelihatan sempit dan nge-press bentuk tubuh. Wuihhh..keren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gara-gara olahraga ini juga ibu saya sering berteriak histeris karena telor di dalam kulkas cepat sekali habisnya. Sehari saya bisa melahap delapan butir telor. Menurut Henry, Ade Rai malah bisa makan sampai 40 butir telor sehari. Bayangkan kalau pas lagi kentut, bagaimana baunya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai remaja yang baru tumbuh dengan olah raga berat yang jadi pilihan, sudah tentu kami perlu asupan energi yang banyak. Energi inilah yang kami dapatkan dari sebakul nasi, semangkuk sayur dan beberapa potong tempe dari warung makan yang kami beri nama “PCK”, kependekan dari Puncak Sekuning. Belakangan baru saya tahu bahwa nasi ternyata merupakan sumber karbohidrat yang buruk untuk proses pembentukan otot. Pantesan disamping ototnya muncul, perut juga ternyata ikut muncul ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-2191324938515919109?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/2191324938515919109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lontong-sayur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2191324938515919109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/2191324938515919109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/lontong-sayur.html' title='LONTONG SAYUR'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-5252147951682091118</id><published>2009-02-10T04:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T04:30:47.199-08:00</updated><title type='text'>PINDAH RUMAH (SUTEDJA)</title><content type='html'>Pada bulan Juni atau July nanti InsyaAllah saya dan keluarga akan pindah ke Bogor dari Palembang. Perpindahan yang sebenarnya sangat saya tidak sukai karena berat rasanya untuk meninggalkan kota tempat saya lahir, dibesarkan, menuntut ilmu, beristri, punya anak, punya rumah dan punya kenyamanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan atau perasaan nyaman inilah yang tidak saya dapatkan pada saat saya tinggal di Jakarta tahun 2005 yang lalu. Karena itulah walau baru pindah 8 bulan saja, saya sudah ngotot ke atasan saya supaya dikembalikan lagi bekerja di lapangan. Di samping mengejar uang lapangan sebagai tambahan pendapatan, yang lebih penting lagi bagi saya adalah bisa kembali tinggal di Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palembang kehidupan begitu mudah dan menyenangkan, apalagi saat saya off atau saat mendapat giliran libur selama 14 hari (jadwal kerja saya 14 hari kerja, 14 hari libur). Bagaimana tidak menyenangkan kalau disaat orang lain sibuk berangkat kerja di pagi hari, saya malah duduk diteras sambil baca koran dan ngopi. Bisa pergi belanja ke mall tanpa terjebak macet. Bisa tidur pada jam 8 pagi sampai waktunya makan siang. Bisa nonton film-film baru dari DVD di dalam kamar sambil makan mpek-mpek. Bisa jemput anak sekolah, dan masih banyak yang bisa saya lakukan.&lt;br /&gt;Di Jakarta? Wah, berangkat kerja harus pagi, paling telat jam 6 kurang seperempat sudah harus meninggalkan rumah. Pulangnya sampai rumah paling cepat jam 6 sore, itupun karena menganut aliran “pat-teng-go”. Jam empat tepat sudah harus go. Tidak peduli masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan atau boss ngajak rapat sekalipun. Pokoknya jam 4 tepat harus go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena ingin mendapatkan suasana kerja yang baru dan pendapatan yang baru tentunya, saya pindah ke perusahaan lain. Di perusahaan ini saya tidak diizinkan lagi tinggal di Palembang dengan alasan akan ada banyak meeting saat saya sedang off, akan ada banyak pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan di kantor Jakarta, akan ada bla..bla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, akhirnya saya mengalah dan harus pindah kembali untuk mendekat dengan Jakarta, suatu hal yang saya sebenarnya tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari rumah ternyata tidak mudah, butuh waktu yang lama dan perlu melibatkan keluarga supaya mereka tidak kecewa. Alhasil, butuh waktu 3 kali membawa keluarga melakukan pencarian rumah. Disamping melelahkan, sudah pasti menghabiskan dana yang lumayan besar untuk biaya menginap dan transportasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sekarang rumahnya sudah dapat. Rumah yang terletak di perumahan Bogor Nirwana Residance, Cluster Tirtanirwana No.53. Mudah-mudahan rumah ini bermanfaat bagi kami, rumah yang membawa barokah, rumah yang diredhoi, rumah yang dirahmati dan tempat mempersatukan keluarga kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau kawan-kawan ada waktu saat kami sudah pindah nanti, dengan senang hati saya tawarkan untuk bersilaturahmi dan bertukar cerita. Tentunya sambil menikmati mpek-mpek dan tekwan buatan istri saya. Hmmmm ..... sampai bertemu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-5252147951682091118?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/5252147951682091118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/pindah-rumah-sutedja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5252147951682091118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/5252147951682091118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/pindah-rumah-sutedja.html' title='PINDAH RUMAH (SUTEDJA)'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-8713653904960139815</id><published>2009-02-09T23:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T05:46:24.603-08:00</updated><title type='text'>MEMILIH KAMERA DIGITAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZExpRihUpI/AAAAAAAAACo/bzagcMrOqFU/s1600-h/Canon+1DS+Mark+III.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301072821544374930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 267px; CURSOR: hand; HEIGHT: 280px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZExpRihUpI/AAAAAAAAACo/bzagcMrOqFU/s320/Canon+1DS+Mark+III.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat ini kamera digital bukan merupakan suatu barang langka yang wah lagi. Beda dengan saat pertama kali saya melihat kamera tersebut pada tahun 1997 saat bekerja di Proyek Pembangunan Corridor Block Gas Project milik Asamera di kecamatan Bayung Lencir – Muba. Sekitar bulan Agustus tahun tersebut, boss saya yang orang Jepang kembali masuk kerja setelah cuti selama satu bulan untuk pulang ke Jepang. Saat kembali masuk kerja itulah disamping dia membawa majalah dewasa untuk kawan-kawannya yang telah lama tidak pulang, dia juga membawa kamera digital. Kamera yang entah saya lupa mereknya itu masih menggunakan internal memory untuk menyimpan data gambar, baru kemudian ditransfer ke komputer. Hasil gambarnya cukup menakjubkan untuk ukuran saat itu, walaupun resolusinya hanya sekitar 1,4 mega pixel. Maklum saat itu masih dominan menggunakan kamera analog. Sehingga saat melihat kamera yang gambarnya bisa preview langsung di komputer menjadi takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas saya saat itu adalah mengambil photo progress pekerjaan untuk dijadikan laporan proyek. Setiap akhir bulan saya keliling ke empat lokasi proyek untuk mendapatkan photo-photo ini. Harapan saya, boss saya akan meminjamkan kamera digitalnya untuk saya gunakan. Wah, pasti keren kalau saya cerita sama pacar (sekarang sudah jadi istri saya) bahwa saya menggunakan kamera digital. Ingat kawan, seperti tulisan saya diatas bahwa ini barang langka lho, new technologi, barang mahal karena dibawa langsung dari Jepang dan oleh orang Jepang pula (walaupun Jepangnya termasuk yang dekil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata harapan saya meleset. Saya disuruhnya tetap menggunakan kamera saku analog merk Nikon. Kamera digitalnya tetap dia pakai sendiri walaupun sumpah mati hasil photo saya jauh lebih bagus dari photonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan tahun kemudian ternyata perkembangan kamera ini terasa begitu cepat. Dari yang resolusinya 1,4 MP melesat menjadi 8 MP, bahkan sudah ada yang 24 MP yang diluncurkan akhir tahun kemarin. Dari SLR sampai ke prosumer, bahkan handphone saja sudah dilengkapi dengan kamera digital dengan resolusi sampai 8 MP. Zaman sekarang kalau tidak punya kamera digital terasa seperti kuda gigit besi alias ketingggalan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini memang belum punya dan ingin membeli kamera digital, bagaimana cara memilihnya?&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang bisa dijadikan panduan dalam memilih kamera digital bagi kawan-kawan sekalian seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan dulu kamera digital ini kan diperlukan untuk apa. Kalau hanya untuk dokumentasi keluarga, disimpan dalam komputer saja atau akan dicetak hanya seukuran 4R, lebih banyak digunakan dalam kondisi yang bagaimana? Low ligh atau normal light? Nah kalau sudah tahu akan lebih banyak digunakan untuk apa baru kita bisa menentukan pilihan. DSLR pada umumnya punya kemampuan merekam gambar yang baik karena ukuran sensornya lebih besar dari kamera prosumer (pocket camera). Jadi kalau punya kamera prosumer 10 MP jangan bangga dulu, karena hasilnya tidak akan lebih baik dari kamera DSLR yang hanya 6 MP. Ingat sebagian besar kamera prosumer ada interpolasi pixel, sehingga kalau dicetak besar gambarnya kelihatan pecah-pecah. Jadi kalau hanya untuk dokumentasi keluarga pilih saja kamera prosumer yang harganya mulai dari 1,4jt – 4jt-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentukan lagi hobby kita motret apa? Kalau hobbinya motret artis mandi, yah sudah pasti diperlukan kamera dengan lensa panjang (tele lens) supaya tidak ketahuan. Tapi kalau hobbinya motret alam maka diperlukan kamera dengan lensa pendek (wide lens). Memotret artis mandi dengan lensa wide akan membuat gambarnya menjadi distorsi sehingga ada bagian tubuh yang tidak perlu besar malah kelihatan membesar, disamping bisa kena gampar artis yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah ini hanya hobbi atau mau dijadikan bisnis? Kalau hanya menyalurkan hobbi dan punya uang terbatas, kamera prosumer sudah cukup. Tapi kalau mau dijadikan lahan untuk cari uang ya harus beli kamera DSLR. Di samping hasilnya akan lebih bagus karena gambarnya tidak pecah kalau dicetak besar, juga supaya konsumen percaya kalau kita motret dengan serius, atau juga supaya kelihatan seperti photographer profesional (walaupun mungkin saja photonya tetap jelek juga..he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah kamera ini untuk investasi atau untuk digunakan sehari-hari? Kalau untuk investasi sebaiknya membeli emas, tanah atau rumah karena harganya tidak mungkin turun. Kalau untuk digunakan motret ya beli kamera karena emas, tanah dan rumah bukan merupakan alat potret sehingga tidak bisa menghasilkan gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Merk apa? Saat ini hampir semua kamera yang ada memiliki kemampuan yang bagus dan setara. Jadi bebas saja memilih merk sesuai dengan kondisi keuangan kita, asal jangan saja memilih merk yang baru terdengar. Usahakan membeli kamera yang memberikan garansi sehingga mudah untuk memperbaiki kalau terjadi kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran terakhir, sebaiknya jangan percaya dengan para maniak merk kamera yang bilang ini bagus, itu bagus. Ingat pepatah “the man behind the camera” untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membeli kamera.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-8713653904960139815?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/8713653904960139815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/memilih-kamera-digital.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8713653904960139815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/8713653904960139815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/memilih-kamera-digital.html' title='MEMILIH KAMERA DIGITAL'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZExpRihUpI/AAAAAAAAACo/bzagcMrOqFU/s72-c/Canon+1DS+Mark+III.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6829344677548293835.post-1544528262279185355</id><published>2009-02-09T20:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T05:44:49.075-08:00</updated><title type='text'>KELUARGA SUTEDJA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZEjHMvxjmI/AAAAAAAAACg/BLeOeJQFuA8/s1600-h/Keluarga.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301056842979446370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZEjHMvxjmI/AAAAAAAAACg/BLeOeJQFuA8/s320/Keluarga.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="left"&gt;Alhamdulillah akhirnya jadi juga blog kita. Mudah-mudahan ini bisa menjadi wadah komunikasi bagi kita semua sebagai alumni Teknik Mesin Universitas Sriwijaya angkatan ’89 untuk saling bertukar informasi, kirim kabar, ataupun sekedar mengisi waktu yang kosong dengan bertukar cerita kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo ini adalah photo saya dan keluarga. Saya menikah tahuin 1998 pada tanggal 28 Juni. Satu kenangan yang indah yang mendebarkan yang tidak mungkin bisa terlupakan. Bukan hanya kisah pertemuan saya dan istri saja yang menjadi suatu kenangan indah tersebut, tetapi persiapan menikah kami juga menjadi sesuatu yang menegangkan. Bagaimana tidak! Tahun tersebut adalah salah satu tahun yang pahit bagi bangsa Indonesia. Reformasi! Suatu keadaan yang menyebabkan ketidak stabilan harga barang. Stabil menjadi turun pasti tidak masalah, namun ketidak stabilan disini dalam arti sebenarnya semua harga barang melambung tinggi karena terjadi inflasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Bayangkan, pada saat itu 1 US$ hampir 16 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah? Ya harus ada pesta, harus ada tukang photonya, harus punya jas dan harus punya cincin kawin setidak-tidaknya. Nah dua yang saya sebut belakangan inilah yang membuat peristiwa persiapan menikah ini menjadi kenangan yang indah saat ini.&lt;br /&gt;Pertama masalah jas yang akan dipakai saat akad nikah. Sebulan sebelum akad nikah saya pergi ke pusat pertokoan Megahria untuk membuat jas. Karena ini perkawinan yang pertama (dan terakhir tentunya), sudah pasti saya memilih untuk menjahit ditempat yang terbaik dengan bahan yang terbaik pula. Mahal? No problem! Sebagai pekerja proyek di perusahaan asing dengan jabatan yang lumayan, uang tidak menjadi masalah saat itu (padahal saat kuliah, kalau makan pagi dan siang cukup dengan lontong tempe di Puncak Sekuning). Yang penting saat akad nikah nanti terlihat keren dan gagah, kalau perlu semua gadis-gadis yang hadir saat itu pada naksir semua ..he..he...&lt;br /&gt;Setelah selesai mengukur jas, dijanjikan jasnya akan selesai dalam waktu 3 minggu. Artinya 1 minggu sebelum akad nikah jas sudah bisa dipantas-pantaskan, sehingga kalau ada yang kurang pantas masih ada waktu untuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu .... semua aman. Namun kira-kira 3 hari menjelang pengambilan jas tersebut, saya melihat di televisi bahwa pertokoan Megahria terbakar. Alamak, bagaimana dengan jas-ku? Pasca kebakaran semua toko dikawasan pertokoan Megahria masih di beri police line. Wah, bagaimana mencari yang punya toko supaya dapat penggantian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah setelah keliling kesana-sini ke penjahit lain, ternyata ada juga yang sanggup menyelesaikan pembuatan jas hanya dalam waktu 1 minggu. Penjahit pinggir jalan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bang Dul namanya. Harganya? Ha..ha.. hampir separoh dari jas yang ikut terbakar di Megahria. Saat selesai dan dipakai ternyata ..waw, keren juga. Jahitannya rapi dan halus. Kualitas butik tapi harga pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua cincin kawin. Pasca reformasi yang ditandai dengan diserahkannya jabatan presiden dari Suharto ke Habibie, hampir semua toko masih tutup. Penduduk keturunan China yang mayoritas pedagang masih takut untuk menampakkan diri. Sebagian besar dari mereka trauma akibat tindakan brutal penduduk pribumi terhadap mereka. &lt;br /&gt;Akibatnya ya toko emas pada tutup semua. Saya dan istri (calon istri saat itu) tidak tahu lagi mau mencari cincin emas kemana. Issue lain ada yang mengatakan emas tidak bisa dijual saat ini karena harganya tidak stabil, sehingga mereka takut rugi. Gawat!&lt;br /&gt;Namun seperti biasa kalau kita percaya “bahwa dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Dan sesungguhnya dibalik kesusahan pasti ada kemudahan.” Pasti ada bantuan yang datang. Dan Alhamdullilah, kenalan istri saya bersedia untuk membantu menyediakan cincin emas tersebut yang walaupun ternyata kadar karatnya tidak sama, dan ukuran cincin yang harus saya kenakan kekecilan sehingga harus diminyakin terlebih dahulu pada saat acara saling pakai cincin setelah acara akad nikah. Bersyukurnya lagi ternyata setelah harga emas stabil, kami diperbolehkan untuk menukarnya dengan cincin kawin yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke photo, saya perkenalkan istri saya bernama Juliana Dewi Kartikawati, alumni Sipil Universitas Sriwijaya Angkatan ’91. Kami sama sekali tidak pernah saling mengenal disaat kuliah. Perkenalan baru terjadi saat sama-sama kerja ditengah hutan saat proyek pembangunan Corridor Blok Gas Project milik Asamera di desa Grissik kecamatan Bayung Lencir – Muba. Anak saya yang pertama lahir di Palembang, 25Februari 2000, namanya Frinandya Dewi Saputra. Yang kedua lahir di Palembang, 08 Juli 2002, namanya Anandya Dewi Saputra. Saat yang menegangkan karena menjelang kelahirannya saya masih berada di Amerika. Dan yang terakhir bernama Muhammad Rafif Deka Saputra, lahir di Jakarta pada tanggal 07 Juli 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InysaAllah kami dijadikan keluarga yang sakinah, mawadah warahmah. Amin.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6829344677548293835-1544528262279185355?l=tm-unsri89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/feeds/1544528262279185355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/keluarga-sutedja.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/1544528262279185355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6829344677548293835/posts/default/1544528262279185355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tm-unsri89.blogspot.com/2009/02/keluarga-sutedja.html' title='KELUARGA SUTEDJA'/><author><name>SUTEDJA E SAPUTRA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SY_-t4QfqrI/AAAAAAAAAAc/9JKsRVE1Q0A/S220/Tedja+Blog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OR5slmf21s8/SZEjHMvxjmI/AAAAAAAAACg/BLeOeJQFuA8/s72-c/Keluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
